oleh

Lintas Komisi DPRD Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) Menggelar Sidak ke 3 Pasar

Tulang bawang barat(Lintasmedia.Id) — ,Lintas Komisi DPRD kabupaten tulang bawang barat (Tubaba) menggelar sidak ke 3 pasar yaitu pasar panaragan jaya, pasar daya murni dan pasar mulya asri, Selasa (18/2/2020). 

Sidak tersebut yang dipimpin oleh waka ll DPRD tubaba, joko kuncoro S.ikom, didampingi ketua komisi l DPRD tubaba  Ketua komisi ll dan komisi lll serta anggota DPRD.

Waka ll DPRD tubaba Joko kuncoro S.ikom,  yang didampingi Ketua komisi l komisi ll komisi lll dan anggota DPRD lainnya Mengatakan,” Tujuan kita hari ini melakukan sidak, menindak lanjuti laporan dari masyarakat di pasar daya murni ini, masalah dengan sampah. menurut pedagang bahwa sampah disini tidak terlalu diperhatikan oleh dinas terkait sedangkan mereka bayar retrebusi sampah, masalah sampah ini tentunya nanti kita akan panggil dinas terkait dan harus sudah bersih dalam waktu satu minggu ini ,”Ucap para wakil rakyat ini “

” Selain keluhan sampah pedang juga mengeluh masalah sering kebanjiran, untuk kedepan saluran air akan kita perbaiki, Terkait ada dua pengurusan pasar ini nanti kita panggil dinas terkait karna kita tidak bisa mengambil keputusan, Dalam waktu dekat ini , juga ada beberapa atapnya yang perlu harus diperbaiki dan itu nanti kita tinjau lagi untuk perbaikan tersebut dan harapan kami pasar daya murni ini bisa jadi kebanggaan masyakatak dan dapat meningkatkan PAD bagi Pemerintah kedepan” Terangnya.

Perlu kita ketahui untuk setoran ke pemerintah daerah PAD nya hanya 50 (Lima puluh juta) itu untuk tiga pasar per-bulan yaitu pasar daya murni, Pasar mulya asri dan pasar panaragan jaya, nanti kami  akan tindak lanjuti karna kalau kami lihat kasat mata terlalu jauh penyetoran itu.

Dalam rangka meningkatkan PAD jangan sampai kita menyusakan pihak pedagang, yang akan kita lihat Apakah tehnis ini kurang menguntungkan apakah kurang baik yang dilakukan selama ini oleh koperindak. ” Ulasnya “

 “Kemudian dua tahun yang lalu kita sudah   ditunjuk untuk melakukan pengelola pasar ini ada UPT. Sekarang kita lihat di pihak ketigakan ini yang kita pertanyakan  juga dengan pemerintah terkait , Kemudin saya masuk kelapangan bahwa ada juga teribusi ini dikawal oleh Pol PP yang kita pertanyakan kalau sudah dipihak ketigakan kenapa harus melibatkan Satpol pp lagi , ” ungkapnya.(Sul)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

62 − 56 =

News Feed