oleh

Mantan Kepala Tiyuh Gunung Katun Diduga Gelapkan Dana PBB Warga

Tulang Bawang Barat (Lintasmedia.Id) — Mantan kepala Tiyuh (Desa) Gunung Katun Tanjungan, Kecamatan Tulangbawang Udik (Tuba Udik) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) diduga Tilep Dana Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Warga Setempat sejak tahun 2017 sampai saat ini. Rabu, 05 Februari 2020.

Hal itu terkuak berdasarkan keterangan dari sejumlah Warga Tiyuh setempat yang enggan disebutkan namanya, pada saat mereka  meminta Tuki (Bukti Pembayaran Pajak) dikarenakan ada suatu urusan yang diharuskan memakai Tuki Pajak.

“Kami setiap Tahun bayar Uang pajak tanah, tapi saat diminta tuki ke Pihak Aparatur Tiyuh Gunung Katun Tanjungan malah bilang itu tidak ada, bahkan saat dicek di Dinas Perpajakan nama kami tidak terdaftar, lalu uang yang kami bayar itu dikemanakan,”bebernya  pada Rabu, 05 Februari 2020 siang kepada Wartawan.

Saat ditanyakan siapa Aparatur Tiyuh Gunung Katun Tanjungan, Mereka menjelaskan kalau yang memungutnya adalah salah satu  Ketua RK setempat.

“Yang mungut ke kami pak RK dan belum lama ini kami dijanjikan untuk mengurus persoalan itu ke Dinas Perpajakan namun hingga saat ini tidak ada kabar, seakan-akan dana itu memang digelapkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,”Jelasnya.

Dijumpai terpisah, salah satu Ketua RK di Tiyuh Gunung Katun Tanjungan, Kecamatan Tuba Udik bahwa dirinya membenarkan hal yang disampaikan oleh Warga setempat, namun uang hasil pungutan dari masyarakat sekitar langsung diserahkan kepada SL mantan Kepala Tiyuh setempat.

“Memang benar saya yang mengambil uang pajak tiap tahun itu dari warga, tapi langsung saya serahkan kepada pak kepalo Tiyuh, selanjutnya saya tidak tahu uang itu kemana dan diapakan, yang jelas memang warga tidak terima Tuki pajak dengan alasan karena mereka belum terdaftar di perpajakan, karena tanah disinikan banyak yang dipecah, satu sertifikat bisa 3 sampai 4 pemiliknya,”Ucap AY saat dijumpai di kediamannya sekira pukul 13-30 WIB.

Saat dipertanyakan lebih lanjut terkait persoalan tersebut, AY menyebutkan bahwa dirinya bersama Ketua RK yang lain hanya menjalankan perintah Kepala Tiyuh setempat.

“Pemungutan Dana untuk pajak itu sudah berjalan dari tahun 2017 hingga 2019 mas dan itu yang merintahkan Kepala Tiyuh Gunung Katun Tanjungan, termasuk dana hasil kami pungut di Warga kami setorkan semua ke dia, soal dikemanakan dana itu kami tidak tau karena itu sudah Wewenang Kepala Tiyuh.”jelasnya.

Sayangnya saat berita ini dinaikan SL mantan kepala Tiyuh belum bisa dikonfirmasi untuk dimintai keterangan terkait masalah dana PBB masyarakat yang belum diserahkan ke Dinas Pajak .(sul)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 1 = 3

News Feed