oleh

Sahlan Mengakui Uang Dana Cetak Sawah Untuk Biaya Adm Dan Pengurusan Surat

Tubaba(Lintasmedia.Id),-Mantan Kepala Tiyuh Gunung Katun Tanjungan Kecamatan Tulangbawang Udik Kabupaten Tulangbawang Barat, Sahlan membantah jika dirinya terlibat dalam persoalan Pajak dan uang cetak sawah. Jum’at, 07 Februari 2020.

Sahlan menyebutkan bahwa Masyarakat di Tiyuh Gunung Katun Tanjungan tidak pernah membayar Pajak Bumi dan Bangunan. Sebab, kata dia, selama ini dirinya yang selalu membayar PBB warga dengan uang pribadi.

“Warga saya tidak pernah saya tarik uang PBB, uang dari kantong saya pribadi yang saya bayarkan ke Pemerintah,”klaim Sahlan pada Kamis, 06 Februari 2020 malam.

“Terkait pajak tanah peladangan, itu kan banyak mereka yang memiliki tanah di Gunung Katun Tanjungan tetapi mereka orang luar tiyuh saya, sehingga uang pajaknya kami ambil dan kami berikan bukti pembayaran pajak sementara karena obyek pajak tersebut belum terdaftar di Dinas Perpajakan,”Imbuh Sahlan.

Mengenai dana cetak sawah, beber Sahlan, dirinya mengakui jika para petani diambil uang untuk biaya Administrasi dan surat menyurat.

“Ini berkas usulan cetak sawahnya, uang itu tidak ada yang digelapkan, yang ada kegunaannya untuk pembuatan surat, materai dan lain sebagainya. Karena, tanah yang dibuat cetak sawah itukan tanah rawa yang memang belum memiliki Pemilik,”Kelitnya.

Sebelumnya,Tausin Singgeriho selaku Camat Tulangbawang Udik mengungkapkan kalau dirinya tidak mengetahui persoalan itu secara jelas.

“Setau kita, obyek pajak memang kan kadang-kadang tanahnya di Tiyuh Kagungan Ratu, ada juga orang Kagungan Ratu tanahnya di Tiyuh Gunung Katun, jadi bisa saja itu terbayar di Kagungan Ratu karena kabarnya itu tanah di Kagungan Ratu dan di Tiyuh itu ada kolektor (PBB), biasanya apa dia Kepala Tiyuhnya berikan ke kolektornya kemudian kolektornya memberikan kepada kolektor kecamatan, Kadang-kadang mereka langsung setor ke Bank, paling kita mencocokan dari Bank dengan yang di Dispenda kalau tidak cocok nanti dari Dispenda yang mengurus dengan Bank,”Tutur Tausin.

Sementara untuk Pungutan Dana untuk Cetak Sawah Tanah hujan yang merupakan Program Presiden, Tausin menyebutkan kalau dirinya tidak mengetahui Masalah tersebut sebab Aturan dari pertanian itu Gratis.

“Itukan Program Pemerintah Pusat untuk Pangan, jadi kita tidak pernah diikut sertakan dalam rapat tentang Program usulan tersebut, sebab itu melalui Gapoktan yang memiliki kelompok Tani lalu mereka mengajukan surat Pengantar dari kepala Tiyuh lalu sampai di kecamatan kita tindaklanjuti ke Dinas Pertanian itu yang berkompeten disitu, jadi kalau untuk pungutan itu kami kurang paham karena kita berpatokan dalam aturan program itu tidak dipungut biaya (Gratis).”Pungkasnya. (sul)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

6 + 1 =

News Feed