oleh

Siswa SMPN Sekuting Kunjungi Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan

Lampungbarat (Lintasmedia.Id) –– Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lampung Barat menerima kunjungan sejumlah siswa SMPN Sekuting Terpadu Kecamatan Balik Bukit (31/1-2020),

Kepala Disperpusip Kabupaten Lampung Barat Drs. Saripan Halim. menjelaskan Kunjungan para siswa smp tersebut diterima oleh Kepala Bidang Layanan Pustaka dan Pembudayaan Gemar Membaca Disperpusip Kabupaten Lampung Barat, Nurhadi Sarwo Susilo, SH dan Kabid Pelembagaan dan Pembudayaan Tim Gerakan Literasi Daerah (GLD) Kabupaten Lampung Barat Eva Oktarina, S.Pd MM.

Sedangkan para siswa di dampingi oleh Nuryadin, S.Ag (KepalaSekolah), serta dua orang guru (Dasim, S.Pd dan Virna, S.Pd).Sebelum siswa-siswa membaca buku-buku koleksi yang ada di perpustakaan, terlebih dahulu dilakukan kegiatan membaca buku secara nyaring oleh Musadi, S.IP (SekretarisDisperpusip), Nurhadi Sarwo Susilo, SH (Kabid Layanan Pustaka dan Pembudayaan GemarMembaca, Kandung Hernowo, S.Pd (Kasi Pengembangan Perpustakaan dan PembudayaanGemar Membaca), Asnawati, SH (Kasi Pelayanan dan Pengembangan Tenaga Perpustakaan)dan Lusiana, S.Kom (Pustakawan), .

kegiatan ini merupakan kerjasama antara DinasPerpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lampung Barat dengan Tim GLD Lampung Barat dalam rangka mendukung program “Read Me a Book : ASEAN-ROK is Reading”.“Read Me a Book : ASEAN-ROK is Reading”, adalah program kampanye membaca yang digagas oleh National Library for Children and Young Adults (NLCY) Republic of Korea, dimana sepuluh negara ASEAN termasuk Indonesia turut berkomitmen melaksanakan program ini.” Ucap Saripan “

Selain Indonesia negara yang lain adalah Korea Selatan, Filipina, Kamboja, Laos, Malaysia,Miyanmar, Singapura, Thailand, dan Vietnam.Program ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca khususnya bagi anak-anak, dengan menggunakan metode read aloud atau membacakan buku secara nyaring kepada anak-anak(rentang usia 3 sampai dengan 15 tahun). ” Terang Saripan “

Di mana saat membacakan buku, si pembaca buku/pencerita mengenakan yellow apron/apron kuning, kemudian aktivitas tersebut tersebut diambil foto dan videonya lalu diunggah di media sosial Instagram dengan menyertakan hashtag/tagar yang telah ditentukan. ” Terangnya ”

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Pustakawan dan atau Relawan baik di Perpustakaan Daerah maupun Perpustakaan Umum. Kegiatan ini akan berlangsung selama seratus hari, mulai 15 Januari – 23 April 2020. Puncak kegiatannya pada 23 April 2020 bertepatan dengan Hari Buku dan Hak Cipta Sedunia. ” Paparnya “

Ditempat terpisah Drs. Sandarsyah mendampingi ketuanya Partinia, S.Pd MM, menjelaskan ” Untuk Propinsi Lampung program ini selain dilaksanakan di Kabupaten Lampung Barat juga dilaksanakan di lima kabupaten/kota lainnya, Tulang Bawang, Tanggamus, Lampung Timur,Pesawaran, dan Metro.

Dengan adanya program ini tentu akan mendukung semaraknya gerakan literasi di Lampung Barat dan Ada tiga program unggulan pembangunan kabupaten Lampung Barat yaitu, Kabupaten Literasi, Kabupaten Tangguh Bencana, dan Kabupaten Konservasi. ” Terang Sandarsyah ”

Kita berharap dengan kegiatan ini juga akan memberikan pengetahuan kepada anak-anak bagaimana caranya membaca secara baik dan benar, seperti penggunaan secara benar dari sisi tanda baca (titik, koma, tanda tanya dan tanda seru), tata bahasa maupun intonasinya pada saat membaca, sehingga orang yang mendengar dengan mudah akan memahami apa yang dibacakan kepadanya.

Lalu, kecepatan membaca juga hendaknya diperhatikan, dalam melakukan kegiatan membaca jangan dilakukan terlalu cepat. Dengan membunyikan bacaan dengan cepat, tidak akan membuat pendengar menjadi mengerti apa yang kita baca.

Dengan demikian membaca yang baik dan benar merupakan sebuah proses memahami suatu bacaan supaya bisa dimengerti, diingat, dan diaplikasikan, ” Jelas Sandarsyah ”

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

93 − = 90

News Feed