oleh

Tim GLD Lambar Berikan Pembinaan Di SDN Dan SMP Sekuting

Lampung Barat (Lintasmedia.Id) — Tim Gerakan Literasi Daerah (GLD) Kabupaten Lampung Barat mengadakan kegiatan pembinaan yang berkenaan dengan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SDN 1 Way Mengakudan SMPN Sekuting Terpadu (16/1 -2020).

Kegiatan pembinaan tersebut dipimpin oleh KetuaTim GLD Kabupaten Lampung Barat Patinia, S.Pd MM, Hadir dalam kegiatan pembinaan tersebut Kabid Sarana dan Prasarana Disdikbud KabupatenLampung Barat Wasis Supriyadi, ST M.Ak, Kabid Pelayanan Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Nurhadi Sarwo Susilo, SH, dan Pimpinan Puskesmas Liwa,Harjunadi, SKM.

Sedangkan dari jajaran pengurus Tim GLD Lampung Barat turut hadir Drs. Sandarsyah(Sekretaris), Eva Oktarina, S.Pd MM (Ketua Bidang Pelembagaan dan Kebudayaan), A.Suryadi, S.Pd (Ketua Bidang Pelayanan Tulis Menulis), serta jajaran pengurus Tim GLDlainnya.Di SMPN Sekuting Terpadu, Tim GLD diterima oleh Kepala Sekolah Nuryadin, S. Ag..

Sedangkan di SDN 1 Way Mengaku diterima oleh Kepala SDN 1 Way Mengaku, R. Prihandono,S.Pd.Dalam sambutannya Partinia mengatakan bahwa tujuan pembinaan GLS dalam rangka menumbuh kembangkan gerakan literasi yang ada di lingkungan sekolah baik itu di tingkat SD maupun SMP.

Hal ini merupakan sebagai langkah untuk mendukung salah satu dari tiga program unggulan kabupaten Lampung Barat yaitu Kabupaten Literasi, Kabupaten Konservasi dan Kabupaten Tangguh Bencana.Oleh karena itu kita perlu serius untuk mendukung program gerakan literasi. di sekolahdisamping adanya perpustakaan sekolah,

hendaknya dipersiapkan juga Pojok Baca di setiap kelasnya, atau agar lebih lengkap hendaknya adanya Gardu Baca.Lalu, dalam kegiatan lima belas menit membaca sebelum, ditengah, dan sesudah pelajaran dimulai hendaknya siswa tetap didampingi oleh gurunya, agar siswa dapat terkontrol dan terbina dengan baik.Lebih lanjut kata Partinia,

Gerakan Literasi Sekolah adalah gerakan literasi yang aktivitasnyabanyak dilakukan di sekolah dengan melibatkan siswa, pendidik, dan tenaga kependidikan,serta orang tua yang dilakukan dengan menampilkan praktik baik tentang literasi danmenjadikannya sebagai kebiasaan serta budaya di lingkungan sekolah yang diintegrasikan dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah sehingga menjadi bagian tidak terpisahkan dari semua rangkaian kegiatan siswa dan pendidik, baik di dalam maupun di luar kelas.

Dengan demikian GLS dilaksanakan mengintegrasikan dengan kegiatan kurikuler, kokurikuler dan ekstra kurikuler yang pelaksanaannya dapat dilakukan di dalam kelas atau di luar kelasyang di dukung oleh orang tua dan masyarakat.

Di sisi lain kata Sekretaris Tim GLD Lampung Barat Sandarsyah, strategi Gerakan Literasi Sekolah terdiri dari : penguatan kapasitas fasiltator yang mencakup guru dan tenagake pendidikan, peningkatan jumlah dan ragam sumber belajar bermutu, perluasan akses terhadap sumber belajar dan cakupan peserta belajar, peningkatan pelibatan publik, serta penguatan tata kelola.Secara umum kegiatan GLS adalah berupa, adanya kegiatan 15 menit membaca buku nonpelajaran di awal, di tengah, atau menjelang akhir pelajaran;

peserta didik mempunyai memilki jurnal membaca harian, serta adanya perpustakaan, sudut baca di tiap kelas, dan area baca yang nyaman dengan koleksi buku non pelajaran.Selanjutnya adanya poster-poster kampanye membaca di kelas, koridor, dan/atau area lain disekolah, adanya bahan kaya teks yang terpampang di tiap kelas, upaya fihak sekolah untuk melibatkan publik (orang tua, alumni, dan elemen masyarakat) untuk mengembangkan kegiatan literasi sekolah, serta kepala sekolah dan jajaranya berkomitmen melaksanakan dan mendukung gerakan literasi sekolah. Jufri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 1 = 4

News Feed