Muktamar ke-35 NU Dibuka, Prabowo Ingatkan Cita-Cita Pendiri NU untuk Bangsa
- account_circle Bang Sufi /Yeyep Arip
- calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
- visibility 82
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JOMBANG, LINTASMEDIA.ID – Suasana khidmat dan penuh semangat kebangsaan mewarnai pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026).
Muktamar ke-35 NU bukan sekadar forum permusyawaratan tertinggi organisasi. Pertemuan para ulama, pengurus, dan warga Nahdliyin dari berbagai daerah ini juga menjadi ruang untuk meneguhkan kembali arah perjuangan NU dalam menjaga agama, merawat persatuan, serta ikut menentukan masa depan bangsa.
Pembukaan Muktamar dihadiri Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersama sejumlah tokoh nasional dan para ulama. Presiden Prabowo tiba di lokasi sekitar pukul 15.30 WIB dan disambut Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar serta Ketua Panitia Muktamar ke-35 NU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.
Dalam amanatnya, Prabowo mengingatkan bahwa cita-cita para pendiri NU sejak awal tidak pernah terlepas dari kepentingan bangsa Indonesia.
Menurut Prabowo, jauh sebelum Indonesia merdeka, para pendiri NU telah memikirkan masa depan bangsa dan berjuang agar Indonesia menjadi bangsa yang bermartabat.
“Cita-cita pendiri NU memikirkan masa depan bangsa Indonesia. Jauh sebelum merdeka, para pendiri NU berjuang agar bangsa ini bermartabat,” ujar Prabowo.
Pesan tersebut terasa semakin kuat karena Muktamar ke-35 NU digelar di lingkungan pesantren yang memiliki akar sejarah panjang dalam perjalanan Nahdlatul Ulama.
NU tidak hanya tumbuh sebagai organisasi keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan sejarah Indonesia. Pesantren, ulama, dan warga Nahdliyin telah memainkan peran dalam pendidikan, perjuangan kemerdekaan, menjaga persatuan, serta merawat kehidupan kebangsaan.
Menjaga Ruh Perjuangan NU
Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dalam rangkaian pembukaan Muktamar juga menekankan pentingnya menjaga ruh dan nilai-nilai perjuangan Nahdlatul Ulama.
Muktamar menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan meneguhkan orientasi khidmah NU agar senantiasa berpihak pada kemaslahatan umat dan bangsa.
Muktamar ke-35 NU yang berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 juga menjadi momentum penting bagi perjalanan organisasi. Berbagai agenda strategis dibahas, termasuk sidang pleno, sidang komisi, persoalan keagamaan dan kebangsaan, serta pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026–2031.
Rombongan NU Ciamis Ziarah ke Makam Gus Dur
Usai mengikuti pembukaan Muktamar ke-35 NU, rombongan PC NU Kabupaten Ciamis melanjutkan perjalanan menuju kompleks Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang.
Rombongan yang dipimpin KH Ai Zulfikar tersebut melakukan ziarah ke makam KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Doa bersama dipanjatkan sebagai bentuk penghormatan kepada salah satu tokoh besar NU sekaligus Presiden keempat Republik Indonesia itu.
Di tengah rangkaian Muktamar yang sarat agenda organisasi, ziarah tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan NU tidak dapat dilepaskan dari perjuangan para ulama dan tokoh yang telah mengabdikan hidupnya untuk agama serta bangsa.
Ketika ditanya mengenai arah dukungan PC NU Kabupaten Ciamis dalam pemilihan calon Ketua Umum PBNU, Ketua PC NU Kabupaten Ciamis KH Arief Ismail Chowas mengatakan bahwa warga Nahdliyin Ciamis akan mendukung sosok yang mampu menjadi jembatan kemaslahatan bagi bangsa.
“Kita akan melanjutkan perjuangan para pendiri NU untuk terus menjaga dan merawat bangsa ini menjadi bangsa yang Toyibatun wa Rabbun Gafur,” ujar Arief.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi harapan agar Muktamar ke-35 NU tidak berhenti pada pergantian kepemimpinan dan keputusan organisasi. Lebih dari itu, muktamar diharapkan melahirkan arah perjuangan yang mampu meneruskan cita-cita para pendiri NU: menjaga agama, merawat persatuan, dan menghadirkan kemaslahatan bagi seluruh bangsa Indone
- Penulis: Bang Sufi /Yeyep Arip

Saat ini belum ada komentar