Desa Pawindan Resmi Jadi Kampung Zakat ke-15 di Ciamis
- account_circle Bang Sufi
- calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
- visibility 36
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
CIAMIS, LINTASMEDIA.ID
Semangat gotong royong masyarakat kembali menemukan ruang nyata di Desa Pawindan, Kecamatan Ciamis. Melalui gerakan zakat yang dikelola secara terarah dan berkelanjutan, desa tersebut resmi ditetapkan sebagai Kampung Zakat oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ciamis bersama Pemerintah Kabupaten Ciamis.
Peresmian Kampung Zakat Desa Pawindan berlangsung pada Senin (31/8/2026). Dengan penetapan tersebut, jumlah Kampung Zakat di Kabupaten Ciamis kini mencapai 15 desa. Desa Pawindan juga tercatat sebagai Kampung Zakat ke-20 di tingkat nasional.
Di tengah keterbatasan kemampuan anggaran daerah, keberadaan zakat dinilai menjadi salah satu kekuatan penting dalam mendorong kesejahteraan masyarakat.
Bupati Ciamis, Dr. H. Herdiat Sunarya, mengatakan pembangunan daerah tidak dapat sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Menurutnya, kondisi keuangan daerah yang terbatas menjadi tantangan tersendiri bagi Pemerintah Kabupaten Ciamis. Dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekitar Rp376 miliar dan efisiensi anggaran yang mencapai Rp174 miliar setiap tahun, diperlukan kolaborasi serta partisipasi masyarakat untuk mempercepat pembangunan.
“Kami sempat putus asa membangun Ciamis dengan kondisi keuangan seperti ini. Namun, yang menjadi motivasi adalah semangat gotong royong masyarakat yang luar biasa. Target BAZNAS tahun ini Rp32 miliar. Ini bukti masyarakat Ciamis peduli,” ujar Herdiat.
Ia menegaskan, zakat bukan sekadar kewajiban umat Islam sebagai rukun Islam ketiga, melainkan juga memiliki peran sosial yang besar dalam membangun kemandirian masyarakat.
Di Kampung Zakat ke-15 Desa Pawindan, Herdiat menekankan dua fokus utama pemanfaatan dana zakat, yakni memberikan perhatian kepada anak yatim piatu serta mempercepat penanganan stunting.
Kedua program tersebut dinilai penting untuk mempersiapkan generasi Ciamis yang sehat, mandiri, dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.
“Zakat bukan hanya rukun Islam ketiga. Ini adalah jalan nyata menuju desa mandiri. Mari kita buktikan melalui pengelolaan zakat yang transparan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Herdiat berharap Kampung Zakat Pawindan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam membangun kesejahteraan masyarakat melalui kekuatan gotong royong dan pengelolaan zakat yang profesional.
“Pembangunan tidak bisa hanya mengandalkan APBD. Gotong royong dan zakat dari masyarakat inilah yang dapat mempercepat kesejahteraan. Kami berharap Kampung Zakat Pawindan menjadi contoh bagi desa lainnya,” katanya.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Ciamis, H. Lili Miftah, mengatakan program Kampung Zakat merupakan bentuk nyata penerapan nilai zakat di tingkat desa.
Menurutnya, keberadaan Kampung Zakat tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi gerakan bersama untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
“Kampung Zakat ini bukan hanya seremoni. Ini adalah jalan nyata untuk mengentaskan kemiskinan, menangani stunting, serta memperkuat ekonomi warga melalui potensi dan sumber daya lokal,” ujar Lili Miftah.
Ia menjelaskan, BAZNAS Kabupaten Ciamis menargetkan setiap Kampung Zakat mampu menghimpun zakat minimal Rp10 juta setiap bulan. Dana tersebut kemudian dapat disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerimanya melalui program-program yang produktif dan tepat sasaran.
Dengan diresmikannya Desa Pawindan sebagai Kampung Zakat ke-15, Kabupaten Ciamis semakin memperkuat komitmennya dalam membangun kesejahteraan masyarakat melalui gerakan zakat.

Lebih dari sekadar angka, Kampung Zakat menjadi simbol bahwa pembangunan dapat tumbuh dari kepedulian masyarakat. Ketika gotong royong, zakat, dan pengelolaan yang transparan berjalan bersama, harapan untuk mewujudkan desa mandiri bukan lagi sekadar cita-cita, melainkan sebuah ikhtiar yang terus bergerak menuju kenyataan.
- Penulis: Bang Sufi

Saat ini belum ada komentar