Maulid Nabi RW 10 Kota Galuh Perkuat Kebersamaan dan Gotong Royong Warga
- account_circle Nanang
- calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
- visibility 32
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
CIAMIS, LINTASMEDIA.ID
Suasana kebersamaan terasa sejak persiapan hingga pelaksanaan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di lingkungan RW 10 Perum Kota Galuh, Desa Mekarjadi, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis. Bagi warga, peringatan kelahiran Rasulullah SAW bukan sekadar agenda tahunan, melainkan ruang untuk mempererat silaturahmi dan menghidupkan kembali semangat gotong royong.
Peringatan Maulid Nabi yang digelar di Masjid Ad-Da’wah pada Minggu, 6 September 2026, mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW dalam Membangun Masyarakat yang Rukun, Peduli, dan Berakhlak Mulia.”
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Desa Mekarjadi, Ketua DPRD Kabupaten Ciamis, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga Perum Kota Galuh. Jamaah juga mendapat siraman rohani dari Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ridwan Panjalu, Drs. KH. Saeful Uyun.
Namun, semangat Maulid Nabi di lingkungan RW 10 sesungguhnya telah tumbuh jauh sebelum acara dimulai. Selama kurang lebih satu minggu, warga bergotong royong mempersiapkan kegiatan melalui musyawarah, pembentukan panitia, pembagian tugas hingga menyiapkan berbagai kebutuhan teknis.
Ketua Panitia Maulid Nabi, Erlan Erlangga, S.Pd., Gr., mengatakan keterlibatan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Warga memberikan dukungan sesuai kemampuan, mulai dari tenaga, materi, konsumsi, fasilitas hingga berbagai bentuk swadaya lainnya.
“Alhamdulillah, keterlibatan masyarakat sangat baik. Ketika warga bersatu dan saling membantu, sebuah kegiatan dapat terlaksana dengan baik. Inilah nilai gotong royong yang ingin terus kami pertahankan,” ujar Erlan, Senin, 7 September 2026.
Menurutnya, Maulid Nabi menjadi momentum untuk mengenang dan meneladani kehidupan Rasulullah SAW. Peringatan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga sebagai pengingat untuk menerapkan ajaran dan akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya memperingati kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga berusaha menerapkan keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Semangat kebersamaan juga terlihat dari keterlibatan anak-anak dan generasi muda. Mereka tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi ikut membantu kepanitiaan. Erlan menilai keterlibatan generasi muda penting untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab, kepedulian, sekaligus kecintaan terhadap kegiatan keagamaan.
Ia berharap generasi muda tidak hanya mengenal Rasulullah SAW melalui kisah sejarah, tetapi mampu menjadikan sifat-sifat beliau sebagai pedoman dalam kehidupan, seperti kejujuran, kesabaran, tanggung jawab, kasih sayang, dan kepedulian kepada sesama.
“Maulid Nabi hendaknya tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan atau seremonial semata. Ini harus menjadi pengingat untuk meningkatkan ibadah, memperbaiki akhlak, menjaga persaudaraan, dan memperkuat kepedulian,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Ketua RW 10 Perum Kota Galuh, Yogi Putra. Ia mengapresiasi antusiasme warga yang bersama-sama menyukseskan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Menurut Yogi, kegiatan keagamaan memiliki arti penting di tengah kehidupan masyarakat modern. Selain menjadi sarana meningkatkan keimanan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang pertemuan yang mempererat hubungan sosial antarwarga.
“Kami sangat mengapresiasi antusiasme warga. Maulid Nabi ini bukan hanya kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi sarana silaturahmi dan mempererat hubungan antarwarga,” ujar Yogi.
Ia berharap nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW tidak berhenti di dalam masjid atau selama rangkaian Maulid Nabi berlangsung. Nilai tersebut, kata dia, harus hadir dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari lingkungan keluarga hingga kehidupan bermasyarakat.
“Yang paling penting adalah bagaimana keteladanan Rasulullah SAW bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kita ingin warga semakin rukun, saling menghargai, saling membantu, dan peduli terhadap lingkungan,” jelasnya.
Bagi warga RW 10 Perum Kota Galuh, Maulid Nabi tahun ini meninggalkan pesan sederhana, tetapi bermakna mendalam. Ketika masyarakat bersatu dalam semangat keagamaan dan gotong royong, kebersamaan tidak hanya tercipta dalam sebuah perayaan, tetapi dapat tumbuh menjadi kekuatan untuk membangun lingkungan yang rukun dan saling peduli.
- Penulis: Nanang

Saat ini belum ada komentar