Rekrutmen Polri 2026 Polda Jabar Dijamin Transparan dan Bebas Calo
- account_circle Yeyep Arip
- calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
- visibility 29
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BANDUNG, lintasmedia.id.
Polda Jawa Barat memastikan proses Rekrutmen Polri 2026 berlangsung transparan, objektif, dan bebas praktik percaloan maupun kecurangan. Seleksi penerimaan Taruna Akademi Kepolisian (Akpol), Bintara, hingga Tamtama dilakukan menggunakan sistem terbuka yang dapat dipantau langsung oleh peserta.
Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Jabar, Kombes Pol Fadly Samad, mengatakan seluruh tahapan seleksi dirancang untuk menjunjung prinsip bersih, akuntabel, humanis, dan profesional sesuai semangat transformasi Polri Presisi.
Menurut Fadly, peserta dapat langsung mengetahui hasil ujian melalui layar monitor yang tersedia di lokasi tes. Sistem tersebut diterapkan agar seluruh proses berjalan jujur dan tidak membuka ruang manipulasi nilai.
“Setelah tes selesai, nilai langsung muncul di layar sehingga peserta bisa melihat hasilnya secara terbuka,” ujar Fadly, Kamis, 27 Mei 2026.
Ia menjelaskan, sistem terbuka itu telah diterapkan dalam beberapa tahun terakhir sebagai bentuk komitmen Polri membangun kepercayaan publik terhadap proses penerimaan anggota kepolisian.
Peserta juga diberikan kesempatan melakukan koreksi apabila menemukan ketidaksesuaian nilai saat tes berlangsung. Selain itu, bobot penilaian akademik, psikologi, dan jasmani telah disampaikan sejak awal sehingga peserta dapat menghitung sendiri hasil yang diperoleh.
Polda Jabar juga menerapkan pengawasan berlapis selama pelaksanaan seleksi. Pengawasan internal melibatkan Itwasda dan Bid Propam Polda Jabar, sedangkan pengawasan eksternal menggandeng unsur masyarakat guna memastikan seluruh tahapan berlangsung profesional.
Tahapan Rekrutmen Polri 2026 dimulai dari pendaftaran online dan verifikasi administrasi, kemudian dilanjutkan pemeriksaan administrasi awal, tes kesehatan tahap pertama, psikologi berbasis Computer Assisted Test (CAT), tes akademik, hingga pemeriksaan mental ideologi dan penelusuran mental kepribadian.
Selanjutnya peserta mengikuti tes kesehatan tahap kedua, kesamaptaan jasmani, wawancara psikologi, serta pemeriksaan administrasi akhir sebelum penetapan kelulusan.
Sebelum memasuki ruang ujian, seluruh peserta menjalani pemeriksaan ketat untuk memastikan tidak membawa alat komunikasi atau perangkat lain yang berpotensi digunakan untuk berbuat curang.
Sementara itu, Kabagbinkar Ro SDM Polda Jabar AKBP Condro Sasongko menegaskan tidak ada jalur khusus dalam penerimaan anggota Polri.
“Semua peserta memiliki kesempatan yang sama. Kelulusan ditentukan berdasarkan kemampuan dan integritas masing-masing peserta,” kata Condro.
- Penulis: Yeyep Arip
- Editor: M.Renaldy Putra

Saat ini belum ada komentar