Ribuan Warga Hadiri Tahlilan H Dace di Cisayong Tasikmalaya
- account_circle Ki Aan
- calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
- visibility 67
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TASIKMALAYA, lintasmedia.id
Suasana haru menyelimuti kediaman almarhum H. Dace bin H. Mahpud di Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya. Selama rangkaian tahlilan dari malam pertama hingga malam ketujuh, sekitar seribu jamaah hadir untuk mendoakan sosok yang semasa hidup dikenal ramah, santun, serta dermawan di tengah masyarakat.
Kepergian H. Dace pada 1 Juli 2026 meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga warga Cisayong dan masyarakat dari berbagai daerah. Semasa hidupnya, ia dikenal aktif mendukung berbagai kegiatan keagamaan, sosial, hingga olahraga. Kontribusinya, baik dalam bentuk tenaga maupun bantuan materi, membuat namanya dikenang sebagai pribadi yang peduli terhadap lingkungan sekitar.
Membludaknya jamaah membuat area rumah almarhum tidak mampu menampung seluruh pelayat. Selain memenuhi lantai satu dan lantai dua rumah, para mustami juga memadati halaman hingga kawasan SD Negeri 1 Cisayong yang dimanfaatkan sebagai lokasi doa bersama dan tahlilan.
Selama pelaksanaan tahlilan, keluarga almarhum juga memberikan sedekah kepada para jamaah sebagai bentuk rasa syukur dan penghormatan kepada para tamu yang hadir mendoakan almarhum.
“Saya melihat antusiasme masyarakat luar biasa. Dari malam pertama hingga malam ketujuh, jamaah terus berdatangan. Keluarga dengan penuh keikhlasan juga memberikan sedekah kepada para mustami. Semoga menjadi amal jariyah bagi almarhum H. Dace dan seluruh kebaikan keluarga dibalas Allah SWT dengan pahala yang berlipat,” ujar Iwan Gunawan, S.Pd., warga Cisayong.
Sementara itu, Acep Aan, S.Ag., yang merupakan keluarga besar almarhum, menuturkan H. Dace merupakan putra pasangan H. Mahpud dan Hj. Maemunah serta suami dari Hj. Ai. Ia juga menjelaskan bahwa almarhum berasal dari keturunan Trah H. Abdul Halim dan Rd. Ali Santana, tokoh yang namanya kini diabadikan menjadi nama Desa Santanamekar.
Menurutnya, kehadiran keluarga besar Trah Rd. Ali Santana hingga Trah Rd. Singamanggala bin Dalem Sawidak Sukapura menjadi bukti eratnya ikatan kekeluargaan yang tetap terjaga.
“Alhamdulillah seluruh rangkaian doa bersama dan tahlilan berlangsung tertib, khidmat, dan penuh kekeluargaan. Kehadiran masyarakat yang begitu besar menjadi bentuk penghormatan atas jasa serta keteladanan almarhum selama hidupnya,” kata Acep.
Bagi masyarakat Cisayong, H. Dace bukan sekadar tokoh yang dikenang karena kedermawanannya. Sosoknya menjadi teladan tentang pentingnya berbagi, membangun kebersamaan, dan menanamkan nilai kepedulian kepada sesama yang akan terus hidup dalam ingatan masyarakat.
- Penulis: Ki Aan

Saat ini belum ada komentar