Uniga Resmi Cetak 41 Apoteker Baru, Dinkes Garut Soroti Krisis Tenaga Kesehatan
- account_circle Yeyep Arip
- calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
- visibility 35
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
GARUT, lintasmedia.id.
Universitas Garut (Uniga) kembali mencetak tenaga kesehatan baru yang siap memperkuat layanan kesehatan di Kabupaten Garut. Sebanyak 41 lulusan Program Studi Profesi Apoteker (PSPA) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) resmi diambil sumpahnya dalam prosesi Pengambilan Sumpah/Janji Apoteker Angkatan XIII yang digelar di Hotel Harmoni, Tarogong Kidul, Senin (18/5/2026).
Kehadiran puluhan apoteker baru ini disambut positif oleh Pemerintah Kabupaten Garut. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Leli Yuliani, menyebut tambahan tenaga apoteker menjadi kebutuhan mendesak di tengah masih terbatasnya sumber daya kesehatan di daerah.
Menurut Leli, Kabupaten Garut yang memiliki jumlah penduduk mencapai 2,8 juta jiwa masih membutuhkan banyak tenaga kesehatan di berbagai bidang. Tidak hanya dokter spesialis, kebutuhan tenaga apoteker, bidan, perawat, sanitarian, ahli gizi, hingga analis kesehatan juga terus meningkat.
“Kami sangat berbahagia karena mendapatkan tambahan tenaga kesehatan baru. Kehadiran para apoteker ini menjadi angin segar untuk pelayanan kesehatan di Kabupaten Garut,” ujar Leli dalam sambutannya.
Ia menegaskan, profesi apoteker memiliki peran strategis dalam menjaga mutu pelayanan kesehatan sekaligus keselamatan pasien. Karena itu, para lulusan baru diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata di fasilitas kesehatan, baik rumah sakit, puskesmas, maupun apotek pelayanan masyarakat.
Selain memperkuat pelayanan kesehatan, Dinas Kesehatan Garut juga berharap para apoteker baru aktif memberikan edukasi kepada masyarakat terkait penggunaan obat yang aman dan tepat.
Sementara itu, Rektor Universitas Garut, Irfan Nabhani, mengapresiasi capaian seluruh peserta yang berhasil lulus dengan persentase kelulusan mencapai 100 persen. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti semangat dan kekompakan mahasiswa selama menjalani pendidikan profesi.
“Ini bukan sekadar seremoni akademik, tetapi tonggak penting memasuki profesi mulia yang menuntut integritas, ketelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” kata Irfan.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga etika profesi serta terus meningkatkan kompetensi di tengah tantangan dunia kesehatan yang semakin kompleks.
Prosesi sumpah apoteker berlangsung khidmat dan penuh haru. Suasana emosional terasa ketika perwakilan lulusan, Sution, menyampaikan rasa terima kasih kepada dosen, pembimbing Praktik Kerja Profesi Apoteker (PKPA), dan seluruh civitas akademika FMIPA Uniga.
Menurutnya, keberhasilan para lulusan hingga resmi menyandang profesi apoteker tidak lepas dari dukungan dan dedikasi para pengajar selama proses pendidikan.
Momentum lahirnya 41 apoteker baru dari Universitas Garut ini diharapkan menjadi langkah penting dalam memperkuat sektor pelayanan kesehatan di Kabupaten Garut, sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat di masa mendatang.
- Penulis: Yeyep Arip
- Editor: Renaldy Putra

Saat ini belum ada komentar