Bupati Garut Lantik 7 Kepala Desa PAW, Fokus Tangani Anak Putus Sekolah dan Stunting
- account_circle Admin Lintas Media
- calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
- visibility 66
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bupati Garut Lantik 7 Kepala Desa PAW, Fokus Tangani Anak Putus Sekolah dan Stunting
GARUT , lintasmedia.id
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, melantik tujuh Kepala Desa hasil Pemilihan Antar Waktu (PAW) di Ruang Pamengkang, Jalan Kiansantang, Kecamatan Garut Kota, Senin (8/6/2026). Dalam pelantikan tersebut, Bupati menegaskan pentingnya peran pemerintah desa sebagai ujung tombak pembangunan daerah, khususnya dalam menangani persoalan pendidikan dan stunting.
Menurut Abdusy Syakur Amin, kemajuan Kabupaten Garut sangat bergantung pada perkembangan yang terjadi di tingkat desa. Karena itu, kepala desa diharapkan mampu menjadi motor penggerak pembangunan sekaligus menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat.
“Kalau desanya maju maka kabupatennya maju. Sebaliknya, jika desa menghadapi kendala, maka pembangunan daerah juga akan terdampak. Karena itu saya sangat memperhatikan pembangunan di desa,” ujarnya.
Dalam arahannya, Bupati Garut menyoroti masih adanya kasus anak putus sekolah di sejumlah wilayah. Ia meminta para kepala desa yang baru dilantik untuk aktif melakukan pendataan dan mencari penyebab utama anak tidak melanjutkan pendidikan.
Menurutnya, pemerintah daerah siap memberikan dukungan apabila ditemukan kendala yang menghambat anak untuk bersekolah, mulai dari kebutuhan perlengkapan sekolah hingga bantuan pendidikan melalui Program Indonesia Pintar (PIP).
“Bila ada anak yang tidak sekolah karena tidak memiliki perlengkapan seperti sepatu atau tas, laporkan kepada kami. Jika terkendala biaya, kami akan berupaya mencarikan solusi melalui berbagai program bantuan pendidikan,” tegasnya.
Selain pendidikan, Bupati juga mengingatkan pentingnya upaya pencegahan stunting yang selama ini menunjukkan hasil positif. Meski angka stunting di Kabupaten Garut terus menurun, pemerintah desa diminta tetap meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat langkah pencegahan di tingkat masyarakat.
Ia menekankan bahwa kepala desa harus proaktif dalam mengidentifikasi berbagai persoalan yang muncul di wilayahnya serta segera berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan maupun pemerintah kabupaten untuk mencari solusi.
“Jangan diam ketika ada masalah di masyarakat. Sampaikan kepada camat, bahkan jika perlu langsung kepada saya agar bisa segera ditindaklanjuti,” katanya.
Bupati juga berpesan agar para kepala desa yang baru dilantik mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta berkomitmen mewujudkan desa yang mandiri, maju, dan berdaya saing.
Adapun tujuh kepala desa hasil Pemilihan Antar Waktu (PAW) yang dilantik yakni Sri Patmawati sebagai Kepala Desa Dano Kecamatan Leles, Dedi Supriadi sebagai Kepala Desa Karyasari Kecamatan Cibalong, Ma’mun Nugraha sebagai Kepala Desa Maroko Kecamatan Cibalong, Ahmad Yusuf sebagai Kepala Desa Mulyasari Kecamatan Bayongbong, Gumilar sebagai Kepala Desa Limbangan Tengah Kecamatan Balubur Limbangan, Dadat Hidayat sebagai Kepala Desa Cikajang Kecamatan Cikajang, serta Tatang Mulyawan sebagai Kepala Desa Bojong Kidul Kecamatan Pameungpeuk.
Pemerintah Kabupaten Garut berharap para kepala desa yang baru dilantik dapat memperkuat pelayanan publik, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mempercepat pembangunan desa di wilayah masing-masing.
- Penulis: Admin Lintas Media

Saat ini belum ada komentar