Idul Adha Unitas Tasikmalaya Bagikan 350 Ganting Daging Kurban untuk Warga
- account_circle Yeyep Arip
- calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
- visibility 26
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TASIKMALAYA, lintasmedia.id
Momentum Hari Raya Idul Adha dimanfaatkan Unitas memperkuat kepedulian sosial melalui pembagian daging kurban kepada civitas akademika dan masyarakat sekitar kampus.
Pada perayaan Idul Adha tahun ini, Unitas menyembelih dua ekor sapi kurban yang kemudian didistribusikan kepada mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, serta warga sekitar lingkungan kampus. Total sebanyak 350 ganting daging kurban disalurkan kepada penerima manfaat.
Rektor Unitas, Dr. Ade Zaenul Mutaqin, mengatakan kegiatan kurban tersebut merupakan agenda rutin kampus sebagai bentuk pengabdian sosial sekaligus mempererat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat.
“Alhamdulillah tahun ini Unitas kembali melaksanakan penyembelihan dua ekor sapi kurban. Dagingnya kami bagikan kepada mahasiswa, dosen, karyawan, dan warga sekitar kampus. Kami berharap kegiatan ini membawa manfaat dan memperkuat silaturahmi,” ujarnya usai penyembelihan hewan kurban.
Proses penyembelihan dilakukan di area kampus dengan melibatkan panitia dari unsur mahasiswa, dosen, dan karyawan. Seluruh tahapan pelaksanaan dilakukan sesuai syariat Islam serta mendapat pengawasan dari petugas Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Tasikmalaya guna memastikan kesehatan hewan dan kebersihan proses distribusi.
Setelah disembelih, daging kurban ditimbang dan dikemas per ganting sebelum dibagikan menggunakan sistem kupon. Penerima daging kurban diprioritaskan bagi mahasiswa penerima beasiswa, tenaga kependidikan, dosen, dan warga di sekitar lingkungan RW kampus yang telah terdata sebelumnya.
Dr. Ade menegaskan, semangat Idul Adha sejalan dengan nilai-nilai yang dikembangkan Unitas, terutama kepedulian, gotong royong, dan kebermanfaatan bagi masyarakat luas.
Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam kepanitiaan juga menjadi sarana pembelajaran di luar ruang kelas, terutama dalam membangun empati sosial, kerja sama tim, dan kemampuan manajerial.
“Kampus tidak hanya menjadi tempat belajar teori, tetapi juga ruang membangun kepedulian sosial. Kami ingin mahasiswa memiliki kepekaan terhadap masyarakat dan menjadi alumni yang bermanfaat,” katanya.
- Penulis: Yeyep Arip
- Editor: Renaldy Putra

Saat ini belum ada komentar