Gempa Pangandaran Hari Ini, Magnitudo 3,0 Guncang Laut Barat Daya Pangandaran
- account_circle Bang Sufi
- calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
- visibility 125
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BERITA PANGANDARAN, lintasmedia.id. Gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,0 mengguncang wilayah laut barat daya Kabupaten Pangandaran, Minggu (10/5/2026) pukul 09.59 WIB. Gempa tersebut terjadi di wilayah perairan dan dirasakan dalam skala kecil tanpa memicu kepanikan warga.
Berdasarkan laporan resmi BMKG�, episentrum gempa berada di koordinat 9,54 Lintang Selatan dan 107,13 Bujur Timur. Lokasinya terdeteksi sekitar 254 kilometer barat daya Pangandaran dengan kedalaman 10 kilometer.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut. Meski demikian, aktivitas seismik di wilayah selatan Jawa Barat terus dipantau secara intensif oleh BMKG.
Sebelumnya, pada hari yang sama pukul 09.42 WIB, gempa berkekuatan magnitudo 5 juga mengguncang wilayah laut 174 kilometer arah selatan barat daya Tual.
BMKG memastikan gempa di wilayah Tual tersebut tidak berpotensi tsunami. Pusat gempa berada pada koordinat 7.0242 derajat Lintang Selatan dan 132.0136 derajat Bujur Timur dengan kedalaman yang sama, yakni 10 kilometer.
Dua kejadian gempa dalam waktu berdekatan ini menjadi bagian dari pemantauan seismik nasional yang dilakukan BMKG untuk mendeteksi potensi aktivitas tektonik di berbagai wilayah Indonesia.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi. Warga diminta hanya mengakses informasi resmi melalui kanal komunikasi BMKG serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan.
“Pastikan informasi berasal dari sumber resmi agar tidak menimbulkan kepanikan yang tidak perlu,” tulis BMKG dalam imbauannya.
Sebagai negara yang berada di jalur cincin api Pasifik atau Ring of Fire, Indonesia memang termasuk wilayah yang rawan gempa bumi. Karena itu, kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci utama dalam menghadapi potensi bencana alam.
- Penulis: Bang Sufi
- Editor: Renaldy Putra

Saat ini belum ada komentar