MTQH XVI Kota Tasikmalaya Ditutup, Dandim Apresiasi Para Peserta
- account_circle Yeyep Arip
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 18
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TASIKMALAYA, lintasmedia.id
Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema di Masjid Agung Kota Tasikmalaya saat penutupan Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadis (MTQH) XVI Tingkat Kota Tasikmalaya, Minggu malam (14/6/2026). Ribuan warga yang memadati area masjid larut dalam suasana khidmat dan penuh haru ketika rangkaian kegiatan keagamaan tahunan tersebut resmi ditutup.
Penutupan MTQH XVI menjadi puncak dari pelaksanaan ajang syiar Islam yang selama beberapa hari mempertemukan para peserta terbaik dari berbagai wilayah di Kota Tasikmalaya. Selain menjadi wadah kompetisi, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an dan hadis.
Komandan Kodim (Dandim) 0612/Tasikmalaya, Letkol Inf M. Imvan Ibrahim, turut hadir dalam acara tersebut bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, dewan hakim, panitia pelaksana, para kafilah, serta masyarakat yang antusias mengikuti penutupan hingga akhir acara.
Kehadiran Dandim 0612/Tasikmalaya menjadi bentuk dukungan nyata TNI terhadap pembinaan mental dan spiritual masyarakat. Menurutnya, MTQH bukan sekadar perlombaan untuk mencari juara, melainkan momentum penting dalam membangun generasi yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
Dalam kesempatan tersebut, Letkol Inf M. Imvan Ibrahim menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah menunjukkan kemampuan terbaik, semangat belajar, serta kecintaan yang tinggi terhadap Al-Qur’an dan hadis.
Ia menilai para peserta telah menjadi contoh positif bagi generasi muda dalam menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Islam di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis.
“MTQH harus menjadi sarana membentuk generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul dalam membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Menurut Dandim, pembinaan karakter melalui kegiatan keagamaan memiliki peran strategis dalam menciptakan generasi yang berakhlak mulia, cinta tanah air, serta memiliki wawasan kebangsaan yang kuat. Karena itu, kegiatan seperti MTQH perlu terus didukung dan dikembangkan secara berkelanjutan.
Ia berharap semangat yang lahir dari pelaksanaan MTQH tidak berhenti setelah perlombaan berakhir. Para peserta dan masyarakat diharapkan dapat terus meningkatkan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Selain menjadi ajang pencarian bibit unggul di bidang tilawah dan pemahaman hadis, MTQH XVI juga dinilai berhasil mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat. Kebersamaan yang terjalin selama pelaksanaan kegiatan menjadi modal penting dalam memperkuat persatuan dan harmoni sosial di Kota Tasikmalaya.
Suasana haru dan bangga menyelimuti acara saat para pemenang diumumkan. Tepuk tangan dan doa mengiringi keberhasilan para peserta yang telah menunjukkan dedikasi dan kemampuan terbaiknya selama kompetisi berlangsung.
Dengan berakhirnya MTQH XVI, Pemerintah Kota Tasikmalaya bersama seluruh elemen masyarakat berharap kegiatan tersebut dapat meninggalkan dampak positif yang berkelanjutan. Semangat mencintai Al-Qur’an diharapkan terus tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dalam mewujudkan Kota Tasikmalaya yang religius, berakhlak, dan berdaya saing.
Penutupan MTQH XVI tidak hanya menjadi akhir dari sebuah perlombaan, tetapi juga menjadi awal lahirnya generasi Qur’ani yang siap membangun masa depan bangsa dengan nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan yang kuat.
- Penulis: Yeyep Arip

Saat ini belum ada komentar