OJK Sebut Sektor Keuangan Tetap Kuat di Tengah Gejolak Global
- account_circle Renaldy Putra
- calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
- visibility 31
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TASIKMALAYA, lintasmedia.id.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan stabilitas sektor jasa keuangan nasional tetap terjaga meskipun ekonomi global masih dibayangi berbagai ketidakpastian. Kinerja industri keuangan dinilai tetap solid dengan pertumbuhan intermediasi yang positif serta tingkat solvabilitas yang kuat.
Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan Mei 2026 yang digelar pada Selasa (9/6/2026).
Menurut Friderica, ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang belum mereda masih menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi kondisi ekonomi dunia. Situasi tersebut menyebabkan harga energi tetap tinggi dan meningkatkan tekanan inflasi global.
“Kondisi ini memperkuat ekspektasi suku bunga global yang bertahan pada level tinggi lebih lama, sehingga mendorong kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah di berbagai negara,” ujarnya.
Meski demikian, sektor jasa keuangan Indonesia dinilai tetap menunjukkan ketahanan yang baik. Likuiditas pasar keuangan domestik masih terjaga dan aktivitas pasar modal tetap berjalan stabil.
OJK mencatat rata-rata bid-ask spread pasar saham pada Mei 2026 berada di level 1,50 persen, yang menunjukkan kondisi likuiditas pasar masih cukup baik. Di sisi lain, jumlah investor pasar modal terus mengalami peningkatan signifikan.
Hingga Mei 2026, jumlah investor pasar modal mencapai 27,75 juta investor atau tumbuh 36,27 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dalam periode tersebut, tercatat penambahan sekitar 1,26 juta investor baru.
Sementara itu, investor asing masih membukukan aksi jual bersih (net sell) di pasar saham sebesar Rp4,10 triliun. Di pasar obligasi, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) ditutup menguat 0,32 persen ke level 437,26.
OJK juga mencatat penghimpunan dana korporasi melalui pasar modal hingga akhir Mei 2026 mencapai Rp68,18 triliun. Selain itu, terdapat 75 rencana penawaran umum yang masih berada dalam pipeline dengan nilai indikatif mencapai Rp56,93 triliun.
Di sektor pendanaan alternatif, penggalangan dana melalui Securities Crowdfunding terus berkembang dengan total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp1,94 triliun.
OJK bersama Self Regulatory Organization (SRO) juga terus memantau perkembangan pasar pasca rebalancing indeks global MSCI dan FTSE Russell. Berbagai kebijakan stabilisasi yang telah diterapkan dinilai masih efektif dalam menjaga stabilitas dan kepercayaan pasar keuangan nasional.
- Penulis: Renaldy Putra

Saat ini belum ada komentar