Seminar Musik Digital Tasikmalaya Dorong Kreativitas dan Ekonomi Pelajar
- account_circle Yeyep Arip
- calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
- visibility 27
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TASIKMALAYA, lintasmedia.id
Ratusan pelajar SMA dan SMK di Kota Tasikmalaya mengikuti Seminar Industri Musik dan Ekonomi Kreatif Berbasis Digital Tahap 1 yang digelar di Gedung Creative Center (GCC) Dadaha, Sabtu (30/5/2026). Kegiatan ini diinisiasi Rumusarindo bekerja sama dengan Polresta Tasikmalaya dan Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya.
Seminar dibuka oleh Pelaksana Harian Wali Kota Tasikmalaya, Rd Diky Candranegara. Dalam sambutannya, Diky menegaskan bahwa industri kreatif digital memiliki peluang besar untuk dikembangkan generasi muda, khususnya di bidang musik dan konten digital.
Menurutnya, Kota Tasikmalaya memiliki banyak pelajar berbakat yang perlu dibekali pemahaman mengenai teknologi, distribusi karya, hingga pengelolaan ekonomi kreatif agar mampu bersaing di era digital.
“Anak muda Tasikmalaya memiliki potensi besar di bidang musik dan konten kreatif. Mereka perlu memahami bagaimana karya dapat dipasarkan secara legal dan memiliki nilai ekonomi,” ujar Diky.
Dalam seminar tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai teknik produksi musik digital, strategi distribusi karya melalui platform streaming, pemahaman hak cipta, hingga pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi.
Narasumber yang hadir berasal dari praktisi industri musik, kreator konten digital, serta musisi lokal yang telah menembus pasar nasional.
Kasat Intel Polresta Tasikmalaya, AKP Widi Eko, mengatakan keterlibatan kepolisian bertujuan memberikan edukasi terkait perlindungan hak cipta dan pencegahan pembajakan karya digital.
Ia mengingatkan pelajar agar lebih berhati-hati saat mengunggah karya di media digital supaya tidak dimanfaatkan pihak yang tidak bertanggung jawab.
Sementara itu, Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya berharap seminar tersebut menjadi langkah awal terbentuknya komunitas musik digital pelajar yang lebih terarah dan produktif.
Ke depan, sekolah juga didorong membentuk kegiatan ekstrakurikuler musik digital sebagai ruang pengembangan bakat siswa di bidang industri kreatif.
Kegiatan berlangsung antusias. Selain mengikuti seminar, peserta juga terlibat dalam sesi praktik pembuatan musik menggunakan aplikasi digital serta konsultasi pengembangan karya.
Rumusarindo berharap kegiatan ini dapat berlanjut melalui workshop produksi musik, pelatihan mixing dan mastering, hingga kompetisi musik digital pelajar di Kota Tasikmalaya.
- Penulis: Yeyep Arip

Saat ini belum ada komentar