Bakesbangpol Ciamis Soroti Pentingnya Literasi Politik, Perkuat Demokrasi Desa
- account_circle Admin Lintas Media
- calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
- visibility 38
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BERITA CIAMIS, lintasmedia.id. Pentingnya literasi politik sebagai fondasi penguatan demokrasi di tingkat desa kembali menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Ciamis. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Ciamis, Dr. R. Yadi Tisyadi, S.E., M.Si, menegaskan bahwa kualitas demokrasi tidak hanya diukur dari terselenggaranya pemilihan umum, tetapi juga dari tingkat pemahaman masyarakat terhadap hak, kewajiban, dan peran mereka dalam pemerintahan.
Menurutnya, demokrasi yang sehat lahir dari masyarakat yang memahami bagaimana sistem pemerintahan bekerja, termasuk bagaimana kebijakan publik disusun dan bagaimana warga dapat berpartisipasi dalam proses tersebut.
“Demokrasi bukan hanya soal memilih pemimpin, tetapi juga bagaimana masyarakat terlibat aktif dalam mengawal kebijakan dan pembangunan,” ujarnya.
Desa Jadi Titik Awal Pendidikan Demokrasi
Yadi menjelaskan, desa merupakan ruang paling dekat bagi masyarakat dalam menjalankan praktik demokrasi. Di tingkat inilah warga bersentuhan langsung dengan musyawarah, pelayanan publik, hingga pengambilan keputusan yang berdampak pada kehidupan sehari-hari.
Karena itu, tanpa pemahaman politik yang memadai, masyarakat berpotensi hanya menjadi penonton dalam proses demokrasi, bukan bagian aktif yang ikut menentukan arah pembangunan.
Ia menekankan bahwa literasi politik tidak sebatas mengenal istilah politik atau memahami mekanisme pemilihan kepala desa maupun pemilu. Lebih jauh, masyarakat perlu mengetahui bagaimana kebijakan dibuat, dampak yang ditimbulkan, serta cara menyampaikan aspirasi secara efektif.
Dengan pemahaman tersebut, demokrasi di tingkat desa tidak berhenti pada formalitas prosedural, melainkan berkembang menjadi kesadaran bersama dalam kehidupan bermasyarakat.
Warga Kritis Jadi Benteng Lawan Hoaks Politik
Di era digital saat ini, Yadi menilai kemampuan masyarakat dalam memilah informasi menjadi bagian penting dari literasi politik.
Menurutnya, derasnya arus informasi di media sosial membuat masyarakat desa rentan terpapar hoaks, opini menyesatkan, maupun provokasi politik yang dapat memecah belah.
Desa yang dihuni warga dengan kemampuan berpikir kritis akan lebih kuat menghadapi isu-isu yang belum tentu benar. Sebaliknya, rendahnya literasi politik bisa membuat masyarakat mudah terpengaruh informasi yang tidak jelas sumbernya.
Karena itu, edukasi politik harus dikemas dengan pendekatan sederhana dan mudah dipahami masyarakat.
“Bahasa yang terlalu rumit justru membuat warga menjauh dari proses demokrasi. Yang dibutuhkan adalah komunikasi yang membumi,” katanya.
Transparansi Pemerintahan Desa Jadi Kunci
Selain kesadaran politik masyarakat, transparansi pemerintahan desa juga menjadi elemen penting dalam menciptakan demokrasi yang sehat.
Yadi menilai masyarakat yang memahami mekanisme pemerintahan akan lebih mudah melakukan pengawasan, memberikan masukan, dan memastikan program pembangunan berjalan sesuai aturan.
Hubungan yang seimbang antara pemerintah desa dan masyarakat, menurutnya, akan melahirkan sistem demokrasi yang lebih kuat dan akuntabel.
Disampaikan dalam Forum Dialog di Desa Kaso
Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Bakesbangpol Ciamis saat memberikan materi dalam forum dialog di Desa Kaso, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis, Jumat (14/11/2025).
Kegiatan itu diikuti perangkat desa, tokoh masyarakat, hingga kalangan pemuda yang aktif berdiskusi mengenai tantangan demokrasi di tingkat lokal.
Meski berlangsung di satu desa, Yadi menegaskan pesan mengenai pentingnya literasi politik relevan untuk seluruh wilayah di Kabupaten Ciamis.
Menurutnya, setiap desa memiliki dinamika sosial dan tantangan demokrasi yang berbeda, mulai dari pola kepemimpinan, tingkat partisipasi warga, hingga budaya komunikasi masyarakat.
Suasana dialog berlangsung interaktif. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan terkait strategi meningkatkan kesadaran politik masyarakat, terutama menjelang agenda-agenda pemerintahan desa.
Di akhir kegiatan, Yadi mengajak masyarakat untuk terus menjaga ruang dialog dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, demokrasi tidak cukup dibangun di ruang formal semata, tetapi juga melalui percakapan sederhana di lingkungan warga, mulai dari forum RT hingga obrolan santai di warung kopi.
Dengan masyarakat yang semakin melek politik, desa diharapkan menjadi ruang tumbuhnya partisipasi aktif, pengawasan publik, dan keputusan terbaik demi kepentingan bersama. Dari desa, kualitas demokrasi Ciamis diyakini dapat tumbuh lebih kuat secara bertahap.
- Penulis: Admin Lintas Media

Saat ini belum ada komentar