MBG Disorot Lagi, Temuan Ulat di Menu Jagung Muda Diduga Akibat Lemahnya Pengawasan
- account_circle Yeyep Arip
- calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
- visibility 40
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TASIKMALAYA, lintasmedia id.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah ditemukan ulat pada menu sayur jagung muda yang diduga dibagikan kepada penerima manfaat di Desa Bojongkapol, Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (19/5/2026).
Temuan tersebut viral di media sosial melalui video yang memperlihatkan seekor ulat mati berada di dalam oseng jagung muda. Peristiwa itu memicu kritik terhadap kualitas pengawasan dan standar higienitas dapur penyedia makanan program MBG.
Dalam video yang beredar, terlihat paket makanan berisi telur goreng, sayuran, dan buah. Namun perhatian publik tertuju pada kondisi lauk sayur yang dinilai tidak layak konsumsi.
Pengurus ICMI Kabupaten Tasikmalaya, Roni Romansyah, menilai kasus tersebut menunjukkan masih lemahnya kontrol terhadap pengelolaan MBG, terutama di wilayah pelosok.
“Jangan sampai karena dapurnya berada di daerah terpencil, pengelolaannya menjadi asal-asalan. Makanan untuk program pemerintah harus memenuhi standar kebersihan dan kelayakan konsumsi,” kata Roni saat dikonfirmasi, Selasa malam.
Ia menyebut kejadian serupa diduga bukan pertama kali terjadi, meski sebelumnya tidak banyak terekspos ke publik. Menurutnya, kondisi itu menjadi alarm bagi pemerintah agar memperketat pengawasan distribusi makanan MBG.
Roni juga menyoroti besarnya anggaran yang digelontorkan pemerintah untuk program tersebut. Karena itu, kualitas makanan dinilai tidak boleh diabaikan.
“Program ini bertujuan menyiapkan generasi emas Indonesia. Jangan sampai tujuan baik itu rusak akibat kelalaian pengelola di lapangan,” ujarnya.
Ia mendesak adanya audit terhadap dapur penyedia makanan yang diduga lalai. Jika ditemukan pelanggaran, aparat penegak hukum diminta menindak tegas agar menjadi efek jera.
Sementara itu, Kapolsek Bojonggambir Iptu Agus Sukmana mengatakan pihaknya tengah menelusuri kebenaran video yang beredar.
“Kami akan melakukan pendalaman terkait video dugaan adanya ulat pada hidangan MBG tersebut,” katanya.
Ketua Satgas MBG Kabupaten Tasikmalaya, Ruby Azhara, mengaku telah menurunkan tim untuk melakukan pengecekan lapangan, termasuk menelusuri satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang diduga menyediakan makanan tersebut.
Kasus ini kembali memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan program MBG di daerah. Selain memastikan kecukupan gizi, pemerintah juga dituntut menjamin kualitas dan keamanan makanan yang diterima masyarakat.
- Penulis: Yeyep Arip
- Editor: Renaldy Putra

Saat ini belum ada komentar