Harkitnas 2026 di Kota Tasikmalaya Soroti Ancaman Digital bagi Generasi Muda
- account_circle Yeyep Arip
- calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
- visibility 28
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KOTA TASIKMALAYA, lintasmedia.id.
Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 di Bale Kota Tasikmalaya, Rabu, 20 Mei 2026, tidak hanya menjadi seremoni tahunan. Pemerintah Kota Tasikmalaya menegaskan ancaman terhadap generasi muda di era digital kini menjadi tantangan serius yang harus segera diantisipasi.
Upacara yang dipimpin Plh Wali Kota Tasikmalaya, Rd Diky Candranegara, berlangsung khidmat dengan diikuti unsur ASN, TNI, Polri, dan pelajar. Dalam amanat Menteri Komunikasi dan Digital RI yang dibacakannya, Diky menekankan kebangkitan bangsa saat ini tidak lagi hanya berbicara soal perjuangan fisik, melainkan perang menghadapi dampak negatif perkembangan teknologi digital.
Menurutnya, ruang digital yang semakin terbuka membawa risiko besar bagi generasi muda, mulai dari penyebaran hoaks, kecanduan gawai, perundungan siber, hingga menurunnya kualitas interaksi sosial. Kondisi tersebut dinilai dapat mengancam kualitas sumber daya manusia jika tidak diimbangi pengawasan dan literasi digital yang kuat.
“Tema ‘Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara’ mengandung pesan bahwa masa depan Indonesia bergantung pada kemampuan bangsa menjaga generasi mudanya dari berbagai ancaman zaman,” ujar Diky dalam amanatnya.
Ia menegaskan, pemerintah saat ini mulai memperkuat kebijakan perlindungan anak di ruang digital guna menciptakan ekosistem internet yang sehat dan aman. Langkah itu dinilai penting di tengah tingginya penggunaan media sosial oleh anak dan remaja.
Selain persoalan digital, pemerintah juga menyoroti pentingnya pemerataan pendidikan, layanan kesehatan, dan penguatan ekonomi masyarakat sebagai bagian dari upaya membangun kebangkitan nasional yang nyata.
Diky mengajak seluruh elemen masyarakat tidak hanya mengandalkan pemerintah dalam menjaga generasi muda. Peran keluarga, sekolah, hingga lingkungan sosial disebut menjadi benteng utama membangun karakter anak bangsa.
Peringatan Harkitnas tahun ini juga menjadi pengingat bahwa semangat nasionalisme harus diwujudkan dalam tindakan konkret. Tidak sekadar upacara, tetapi membangun kesadaran bersama menghadapi tantangan modern yang terus berkembang.
Di tengah derasnya arus digitalisasi, Pemkot Tasikmalaya menilai menjaga generasi muda menjadi pekerjaan besar yang menentukan arah masa depan bangsa.
- Penulis: Yeyep Arip
- Editor: Renaldy Putra

Saat ini belum ada komentar