Daging Kurban Ditahan karena Iuran, Warga Tasikmalaya Geruduk Kantor Lurah
- account_circle Renaldy
- calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
- visibility 19
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KOTA TASIKMALAYA, lintasmedia.id.
Polemik pembagian daging kurban memicu kemarahan warga RT 03 RW 07 Kampung Kebon Tengah, Kelurahan Tuguraja, Kota Tasikmalaya. Warga mendatangi Kantor Lurah Tuguraja setelah daging kurban disebut ditahan akibat sebagian warga belum melunasi Iuran Penduduk (IP).
Peristiwa tersebut terjadi usai pelaksanaan Salat Iduladha 1447 Hijriah. Daging kurban yang berasal dari hewan hasil gotong royong warga semestinya dibagikan kepada masyarakat setempat. Namun pembagian mendadak tertunda setelah pengurus lingkungan memutuskan menahan distribusi daging.
Keputusan itu memicu protes keras dari warga. Mereka menilai ibadah kurban tidak seharusnya dikaitkan dengan persoalan administrasi lingkungan, termasuk tunggakan iuran warga.
Salah seorang warga, Tedi Bebet (54), menyebut kebijakan tersebut melukai rasa keadilan masyarakat, terutama bagi warga kurang mampu yang berharap menerima pembagian daging kurban pada momentum Iduladha.
“Daging kurban itu hak sosial masyarakat dan tidak seharusnya dijadikan alat penagihan iuran. Warga kecewa karena ibadah dicampur dengan urusan administrasi,” ujar Tedi, Selasa (2/6/2026).
Selain mempersoalkan penahanan daging kurban, warga juga menyoroti kepemimpinan RT dan RW setempat. Mereka menilai masa jabatan pengurus lingkungan tersebut telah berakhir sehingga meminta pemerintah kelurahan segera melakukan evaluasi dan pergantian kepengurusan.
Menurut Tedi, warga tidak menolak kewajiban membayar iuran lingkungan. Namun, ia menegaskan cara penagihan tidak boleh dilakukan dengan menahan pembagian daging kurban yang seharusnya menjadi simbol kepedulian sosial.
Situasi semakin memanas setelah keberadaan ratusan kilogram daging kurban disebut tidak diketahui warga.
Kondisi itu memunculkan dugaan adanya penyelewengan sehingga masyarakat meminta pemerintah turun tangan untuk melakukan penelusuran.
Warga mendesak Kelurahan Tuguraja dan pihak kecamatan segera memfasilitasi penyelesaian konflik agar hubungan sosial masyarakat tidak semakin memburuk. Mereka juga meminta adanya audit terhadap distribusi daging kurban dan evaluasi terhadap kinerja pengurus lingkungan.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak RT maupun RW terkait tudingan penahanan dan hilangnya daging kurban tersebut.
- Penulis: Renaldy

Saat ini belum ada komentar