RSUD Kawali Catat 148 Kasus Gangguan Jiwa Sepanjang 2025 di Ciamis
- account_circle Admin Lintas Media
- calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
- visibility 32
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BERITA CIAMIS, lintasmedia.id. Tekanan ekonomi dan persoalan rumah tangga disebut menjadi faktor dominan di balik meningkatnya kasus gangguan jiwa dan gangguan kesehatan mental yang ditangani RSUD Kawali, Kabupaten Ciamis, sepanjang 2025. Data rumah sakit menunjukkan, sebanyak 148 pasien gangguan jiwa telah mendapatkan penanganan selama periode tersebut. Mayoritas pasien berada pada usia produktif, kondisi yang memunculkan perhatian karena kelompok usia ini merupakan tulang punggung ekonomi keluarga dan masyarakat.
Direktur RSUD Kawali, Evie Tiyanti, mengungkapkan bahwa sebagian besar pasien yang datang menjalani pemeriksaan maupun perawatan menunjukkan gangguan kejiwaan dengan spektrum yang cukup berat, termasuk diagnosis skizofrenia.
Gejala yang kerap muncul antara lain halusinasi, perubahan perilaku, gangguan pola pikir, hingga ketidakstabilan emosi. Menurutnya, banyak pasien datang setelah mengalami tekanan hidup berkepanjangan yang tidak tertangani dengan baik.
Usia Produktif Jadi Kelompok Dominan
Fenomena meningkatnya gangguan jiwa di Ciamis menjadi sorotan karena mayoritas pasien berasal dari kelompok usia 20 hingga 40 tahun. Kelompok ini merupakan fase kehidupan yang identik dengan tekanan pekerjaan, tanggung jawab keluarga, tuntutan ekonomi, hingga persoalan relasi sosial.
Ketika tekanan datang bersamaan tanpa dukungan psikologis yang memadai, kondisi mental seseorang dapat terdampak serius.
RSUD Kawali mencatat mayoritas pasien yang datang merupakan laki-laki, meski rumah sakit tidak menutup kemungkinan tren tersebut dipengaruhi faktor sosial, budaya, maupun pola pencarian bantuan kesehatan. Persoalan kesehatan mental kini dinilai tidak lagi bisa dipandang sebagai isu pinggiran, melainkan bagian dari tantangan kesehatan masyarakat yang nyata.
Kapasitas Layanan Masih Terbatas
Di tengah meningkatnya kebutuhan layanan, RSUD Kawali saat ini memiliki kapasitas rawat inap yang terbatas untuk pasien gangguan jiwa. Fasilitas yang tersedia terdiri dari delapan tempat tidur, yang dibagi ke dalam ruang perawatan akut dan ruang tenang.
Selain melayani warga Kabupaten Ciamis, rumah sakit ini juga menerima pasien rujukan dari wilayah lain. Kondisi tersebut membuat fasilitas kesehatan daerah menghadapi tantangan tersendiri dalam menjaga kualitas layanan ketika lonjakan pasien terjadi secara bersamaan.
Meski demikian, layanan kesehatan jiwa di rumah sakit tersebut tetap dapat diakses melalui skema BPJS Kesehatan, sehingga masyarakat memiliki jalur layanan formal untuk mendapatkan penanganan.
Judi Online Bukan Pemicu Utama
Di tengah maraknya pembahasan soal dampak kecanduan judi online terhadap kesehatan mental, pihak rumah sakit menyebut faktor tersebut bukan penyebab dominan dalam data yang mereka tangani.
Sepanjang 2025, hanya satu kasus yang disebut memiliki keterkaitan dengan dugaan dampak judi online. Sebaliknya, tekanan ekonomi dan konflik keluarga tetap menjadi latar belakang paling sering ditemukan dalam kasus pasien gangguan jiwa.
Temuan ini memperlihatkan bahwa persoalan kesejahteraan keluarga dan ketahanan sosial memiliki pengaruh besar terhadap kondisi kesehatan mental masyarakat.
Kesehatan Mental Perlu Jadi Perhatian Bersama
Meningkatnya kasus gangguan jiwa di Ciamis menjadi sinyal bahwa kesehatan mental perlu mendapatkan perhatian lebih luas, tidak hanya dari sektor kesehatan, tetapi juga keluarga dan lingkungan sosial. Deteksi dini, dukungan emosional, akses layanan kesehatan, serta penguatan ketahanan keluarga menjadi faktor penting dalam mencegah kondisi memburuk.
Di tengah tekanan hidup modern yang semakin kompleks, kesehatan mental tidak bisa lagi dipisahkan dari isu ekonomi dan kualitas relasi dalam keluarga.
- Penulis: Admin Lintas Media

Saat ini belum ada komentar