Tawuran Maut Pelajar di Widasari Indramayu, Satu Tewas dan Lima Tersangka Diamankan Polisi
- account_circle Yeyep Arip
- calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
- visibility 50
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INDRAMAYU, lintasmedia.id
Tawuran antar kelompok pelajar kembali memakan korban jiwa di Kabupaten Indramayu. Seorang pelajar berinisial F tewas setelah terkena sabetan senjata tajam dalam bentrokan yang terjadi di Jembatan Kembar Cimanuk, jalur Pantura Desa Bangkaloa Ilir, Kecamatan Widasari, Senin malam (4/5/2026) sekitar pukul 18.30 WIB.
Korban mengalami luka serius di bagian leher sebelah kiri akibat serangan senjata tajam dari kelompok lawan. Meski sempat dilarikan ke RS Islam Zam-Zam Jatibarang, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan.
Berdasarkan hasil penyelidikan polisi, tawuran maut tersebut diduga bermula dari tantangan melalui grup WhatsApp antar dua kelompok pelajar, yakni kelompok “Kaneza Japan” dan “Basrat”.
Salah satu tersangka berinisial N H yang merupakan admin kelompok “Kaneza Japan” mengajak rekan-rekannya, termasuk korban F, untuk melakukan tawuran melawan kelompok lawan. Kedua kelompok kemudian sepakat bertemu di Jembatan Kembar Widasari untuk melakukan pertarungan dua lawan dua menggunakan senjata tajam.
Saat tiba di lokasi kejadian, korban F yang membawa senjata jenis corbek bersama saksi R M yang membawa celurit panjang langsung maju menghadapi dua orang dari kelompok lawan.
Namun saat bentrokan berlangsung, senjata milik korban terjatuh. Ketika korban mencoba menyelamatkan diri dan kembali ke kelompoknya, ia terkena sabetan senjata tajam hingga tersungkur dan tidak sadarkan diri.
Kasat Reskrim Polres Indramayu AKP Muchammad Arwin mengatakan pihaknya langsung bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara dan memburu para pelaku usai insiden tersebut.
“Terkait tawuran maut di Widasari, awalnya dua admin kelompok anak-anak saling berjanjian untuk bertarung dua lawan dua menggunakan senjata tajam. Akibat pertarungan tersebut, terjadi sabetan benda tajam yang melukai bagian leher sebelah kiri korban hingga mengakibatkan korban meninggal dunia,” ujar AKP Muchammad Arwin didampingi Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno saat konferensi pers di Mako Polres Indramayu, Kamis (7/5/2026).
Dalam pengungkapan kasus ini, Satreskrim Polres Indramayu berhasil mengamankan lima orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka, yakni R, W A, N H, R M, dan H K.
“Lima orang tersangka kami amankan. Dua di antaranya merupakan admin yang membuat janji tawuran, sedangkan tiga lainnya terlibat langsung dalam pertarungan menggunakan senjata tajam,” tambahnya.
Polisi menyebut seluruh pihak yang terlibat, baik korban maupun pelaku, masih berstatus pelajar dan di bawah umur.
Saat ini para tersangka telah diamankan bersama sejumlah barang bukti untuk menjalani proses hukum lebih lanjut sesuai ketentuan peradilan anak yang berlaku di Indonesia.
- Penulis: Yeyep Arip
- Editor: Renaldy Putra

Saat ini belum ada komentar