Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pariwisata » Sejarah Mahkota Binokasih dari Kerajaan Galuh dan Tradisi Kirabnya

Sejarah Mahkota Binokasih dari Kerajaan Galuh dan Tradisi Kirabnya

  • account_circle Rahmat Gumilar
  • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
  • visibility 154
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

Untuk pertama kali, Mahkota Binokasih dikirab dan disaksikan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Menurut rencana, 3 Mei 2026, Mahkota Binokasih diarak ke Astana Gede Kawali.

Mahkota bukan sekadar perhiasan kepala bagi seorang raja. Di tanah Sunda, mahkota adalah simbol legitimasi, kesinambungan kekuasaan, sekaligus penanda ruh peradaban. Salah satu yang paling sakral adalah Mahkota Binokasih, pusaka agung yang jejak sejarahnya terhubung erat dengan Kerajaan Galuh dan perjalanan panjang kerajaan-kerajaan Sunda setelahnya.

Jejak Awal dari Tanah Galuh

Kerajaan Galuh, yang berpusat di wilayah yang kini dikenal sebagai Ciamis, merupakan salah satu kerajaan besar di tatar Sunda pada masa klasik. Dalam tradisi lisan dan naskah-naskah kuno, Mahkota Binokasih diyakini sebagai simbol kekuasaan raja-raja Sunda yang diwariskan secara turun-temurun. Mahkota ini bukan hanya lambang otoritas politik, tetapi juga dianggap memiliki nilai spiritual tinggi, mengandung doa, harapan, dan legitimasi ilahiah bagi pemegangnya.

Nama “Binokasih” sendiri sering dimaknai sebagai “dibina dengan kasih,” mencerminkan filosofi kepemimpinan Sunda yang mengedepankan welas asih, keadilan, dan kebijaksanaan.

Perpindahan Pusaka dan Masa Pajajaran

Seiring runtuhnya pusat-pusat kekuasaan lama dan munculnya kerajaan baru, pusaka ini berpindah tangan. Mahkota Binokasih kemudian dikenal sebagai bagian penting dari simbol kekuasaan di Kerajaan Pajajaran, kerajaan besar yang menjadi penerus tradisi Sunda klasik.

Namun, ketika Pajajaran mengalami keruntuhan pada abad ke-16 akibat tekanan politik dan militer, pusaka-pusaka kerajaan, termasuk Mahkota Binokasih, diselamatkan.

Di sinilah kisah penting terjadi: mahkota tersebut akhirnya sampai ke tangan penguasa Sumedang.

Era Sumedang Larang dan Prabu Geusan Ulun

Mahkota Binokasih kemudian menjadi bagian dari legitimasi kekuasaan di Kerajaan Sumedang Larang.

Sosok penting dalam fase ini adalah Prabu Geusan Ulun, yang diyakini menerima pusaka tersebut sebagai simbol kesinambungan dari Pajajaran.

Di bawah kepemimpinan Prabu Geusan Ulun, Mahkota Binokasih tidak hanya menjadi simbol kekuasaan, tetapi juga alat pemersatu identitas Sunda di tengah perubahan zaman. Pusaka ini menjadi bukti bahwa meskipun pusat kekuasaan berpindah, ruh budaya dan tradisi tetap terjaga.

Makna Filosofis Mahkota Binokasih

Mahkota ini bukan sekadar artefak sejarah. Ia mengandung nilai-nilai luhur:

Kepemimpinan berbasis kasih sayang

Keseimbangan antara kekuasaan dan kebijaksanaan

Tanggung jawab moral terhadap rakyat

Dalam konteks budaya Sunda, pemimpin ideal bukan hanya kuat, tetapi juga mampu mengayomi,sejalan dengan filosofi yang terkandung dalam Binokasih.

Tradisi Kirab Mahkota Binokasih.

Hingga hari ini, Mahkota Binokasih tetap dijaga dan dilestarikan, terutama di Sumedang. Salah satu bentuk pelestarian yang paling menarik adalah Kirab Mahkota Binokasih.

Kirab ini biasanya digelar dalam momen-momen khusus, seperti hari jadi daerah atau peringatan budaya. Dalam kirab, mahkota diarak dengan penuh kehormatan, diiringi oleh:

Pasukan adat berpakaian tradisional Sunda

Tarian dan musik tradisional seperti degung

Ritual doa dan penghormatan kepada leluhur

Prosesi ini bukan sekadar parade budaya, melainkan bentuk penghormatan terhadap sejarah panjang peradaban Sunda. Masyarakat yang menyaksikan kirab biasanya larut dalam suasana sakral, ada rasa bangga, haru, sekaligus kesadaran akan akar budaya mereka.

Kirab sebagai Jembatan Masa Lalu dan Masa Kini

Kirab Mahkota Binokasih menjadi semacam “jembatan waktu.” Ia menghubungkan generasi sekarang dengan masa lalu yang penuh nilai dan makna. Di tengah modernitas yang sering melupakan akar budaya, tradisi ini justru menjadi pengingat: bahwa identitas tidak lahir dari ruang kosong.

Di wilayah Priangan Timur, termasuk Ciamis yang dulu menjadi bagian penting dari Galuh, kisah Mahkota Binokasih tetap hidup dalam ingatan kolektif masyarakat. Ia bukan sekadar cerita lama, tetapi bagian dari jati diri.

Mahkota Binokasih adalah lebih dari sekadar pusaka kerajaan. Ia adalah simbol perjalanan panjang peradaban Sunda dari Galuh, Pajajaran, hingga Sumedang Larang.

Sementara kirabnya menjadi cara masyarakat hari ini menjaga agar sejarah tidak sekadar menjadi arsip, tetapi tetap hidup, bergerak, dan dirayakan.

  • Penulis: Rahmat Gumilar
  • Editor: Yeyep Arip

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perkuat Sinergitas, Polsek Kawali Hadiri Pembinaan Pemerintahan Desa Bayasari

    Perkuat Sinergitas, Polsek Kawali Hadiri Pembinaan Pemerintahan Desa Bayasari

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle Yeyep Arip
    • visibility 58
    • 0Komentar

      CIAMIS, lintasmedia.id. Polsek Kawali Polres Ciamis Polda Jabar mendatangi warga masyarakat Desa Bayasari dalam rangka cipta kondisi wujudkan kondusifitas wilayah. Kehadirannya sekaligus mengikuti acara Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa. Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Bayasari, Kecamatan Jatinagara, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Selasa, 7 Juli 2026, kemarin. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Anggota Bhabinkamtibmas Desa […]

  • PLN Tasikmalaya Hadirkan Listrik Gratis bagi Warga Karangnunggal Lewat Program Light Up The Dream

    PLN Tasikmalaya Hadirkan Listrik Gratis bagi Warga Karangnunggal Lewat Program Light Up The Dream

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle Yeyep Arip
    • visibility 92
    • 0Komentar

      TASIKMALAYA, lintasmedia.id PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Tasikmalaya kembali menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui program Light Up The Dream (LUTD) yang dirangkaikan dengan kegiatan Jumat Berbagi Cahaya. Program ini menjadi wujud kepedulian PLN dalam memberikan akses listrik yang aman dan andal bagi warga kurang mampu. Bantuan sambungan listrik gratis tersebut disalurkan […]

  • Guruminda Cup 2026 Jadi Panggung Lahirnya Bintang Sepak Bola Muda Ciamis

    Guruminda Cup 2026 Jadi Panggung Lahirnya Bintang Sepak Bola Muda Ciamis

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle Bang Sufi
    • visibility 81
    • 0Komentar

    CIAMIS, lintasmedia.id. Semangat pembinaan sepak bola usia dini bergema di Lapangan Desa Gunungcupu, Kecamatan Sindangkasih. Sebanyak 73 tim dari berbagai daerah ambil bagian dalam Guruminda Cup 2026 yang digelar untuk memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-384. Turnamen ini menjadi ajang pencarian bibit pesepak bola muda sekaligus wadah membangun karakter generasi penerus olahraga di Tatar Galuh. […]

  • Sambut Hari Bhayangkara Ke-80, Polres Garut Berikan Layanan Kesehatan Gratis untuk Warga Cilawu

    Sambut Hari Bhayangkara Ke-80, Polres Garut Berikan Layanan Kesehatan Gratis untuk Warga Cilawu

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle Yeyep Arip
    • visibility 89
    • 0Komentar

      GARUT, lintasmedia.id. Ratusan warga Kampung Mularajeun, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut memanfaatkan layanan kesehatan dan pengobatan gratis yang digelar Polres Garut dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Senin (22/6/2026). Kegiatan bakti kesehatan yang dilaksanakan Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polres Garut tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian Polri terhadap kesehatan masyarakat, […]

  • Kucing Terjepit Tralis Rumah, Tim Damkar Tasikmalaya Bergerak Cepat Lakukan Evakuasi

    Kucing Terjepit Tralis Rumah, Tim Damkar Tasikmalaya Bergerak Cepat Lakukan Evakuasi

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle Admin Lintas Media
    • visibility 99
    • 0Komentar

      TASIKMALAYA, lintasmedia.id. Respons cepat kembali ditunjukkan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Tasikmalaya. Kali ini, tim penyelamat berhasil mengevakuasi seekor kucing yang terjebak di sela-sela tralis besi rumah warga, Jumat (12/6/2026). Peristiwa tersebut bermula ketika pemilik rumah dibuat panik setelah mendapati kucing peliharaannya tidak bisa melepaskan diri dari celah sempit tralis di bagian depan rumah. […]

  • Bendungan Jatigede Berdiri Megah, 39 Keluarga Parakan Kondang Masih Menunggu Kepastian

    Bendungan Jatigede Berdiri Megah, 39 Keluarga Parakan Kondang Masih Menunggu Kepastian

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle Bang Sufi
    • visibility 82
    • 0Komentar

    SUMEDANG, lintasmedia.id Di pagi yang tenang di tepian Bendungan Jatigede, suara air yang membentang luas seolah menjadi saksi bisu perjalanan panjang warga Kampung Parakan Kondang, Desa Kadujaya, Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang. Di balik megahnya salah satu bendungan terbesar di Indonesia itu, ada kisah tentang 39 kepala keluarga yang hingga hari ini masih bertahan di tanah […]

expand_less