Makna Hari Raya Kurban Perkuat Akidah Islamiyah Umat Muslim di Ciamis
- account_circle Renaldy Putra
- calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
- visibility 48
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
CIAMIS, lintasmedia.id.
Hari Raya Idul Adha dha tidak hanya dimaknai sebagai tradisi tahunan umat Islam, tetapi juga menjadi momentum penting dalam memperkuat akidah Islamiyah dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt. Pesan tersebut disampaikan Pimpinan Pondok Pesantren Darul Mutaalimin Imbanagara Raya Ciamis, Ustadz Aos Abdul Azis, Rabu (27/5/2026).
Menurut Ustadz Aos, ibadah kurban memiliki makna mendalam dalam kehidupan umat Islam karena mengajarkan nilai keikhlasan, pengorbanan, dan kepatuhan kepada Allah. Nilai tersebut dicontohkan melalui kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS yang menjalankan perintah Allah dengan penuh keimanan.
“Hari Raya Kurban menjadi momentum memperkuat akidah Islamiyah. Di dalamnya terdapat pelajaran tentang keikhlasan, pengorbanan, dan ketaatan kepada Allah Swt.,” ujar Ustadz Aos saat ditemui di kediamannya.
Ia menjelaskan, esensi ibadah kurban tidak hanya sebatas penyembelihan hewan, tetapi juga bentuk manifestasi ketakwaan seorang hamba kepada Sang Pencipta. Melalui ibadah tersebut, umat Islam diajak untuk mengendalikan hawa nafsu, memperkuat iman, serta meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama.
Selain bernilai spiritual, kata dia, ibadah kurban juga memiliki dimensi sosial yang kuat karena mampu menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat yang membutuhkan. Daging kurban yang dibagikan menjadi simbol kebersamaan dan kepedulian di tengah kehidupan bermasyarakat.
“Semangat berkurban harus terus dijaga setiap Hari Raya Idul Adha. Ini bukan hanya ibadah personal, tetapi juga sarana berbagi dan mempererat ukhuwah Islamiyah,” katanya.
Pada pelaksanaan Idul Adha tahun ini, Pondok Pesantren Darul Mutaalimin menerima amanah hewan kurban berupa dua ekor sapi dan satu ekor domba. Hewan kurban tersebut akan disembelih sesuai syariat Islam, kemudian dagingnya dibagikan kepada masyarakat sekitar, terutama warga yang membutuhkan.
“Alhamdulillah, tahun ini kami menerima dua ekor sapi dan satu ekor domba untuk kurban. Dagingnya nanti dibagikan kepada masyarakat sekitar,” tutur Ustadz Aos.
Ia berharap momentum Hari Raya Kurban dapat menjadi pengingat bagi umat Islam untuk terus memperkuat akidah, meningkatkan rasa kepedulian sosial, serta menanamkan nilai keikhlasan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, semangat pengorbanan dalam ibadah kurban harus tercermin dalam kehidupan keluarga, bermasyarakat, hingga dalam menjalankan tanggung jawab sebagai seorang Muslim. Dengan demikian, Hari Raya Idul Adha tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum transformasi spiritual yang nyata bagi umat Islam
- Penulis: Renaldy Putra
- Editor: Rahmat Gumilar

Saat ini belum ada komentar