Kejurprov Satria Tama 2026 Jadi Ajang Pembinaan Karateka Jabar
- account_circle Yeyep Arip
- calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
- visibility 51
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TASIKMALAYA , lintasmedia.id.
Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Satria Tama Karate 2026 digelar di GOR Siliwangi, Jalan BKR, Kota Tasikmalaya, Minggu (7/6/2026). Ajang tersebut diikuti sekitar seratus karateka dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Barat, mulai kategori usia anak hingga dewasa.
Ketua Panitia Pelaksana, Yanyan Insan Sidiq, mengatakan antusiasme peserta dalam kejuaraan tahun ini cukup tinggi. Menurutnya, Kejurprov menjadi sarana penting dalam pembinaan atlet karate untuk mencetak generasi berprestasi di tingkat daerah maupun nasional.
“Melalui kejuaraan ini kami ingin melahirkan atlet-atlet potensial yang nantinya mampu membawa nama baik Jawa Barat dan Indonesia di berbagai ajang,” ujar Yanyan.
Ia menyebut sejumlah atlet binaan Satria Tama sebelumnya telah berhasil menembus kejuaraan tingkat nasional. Bahkan, prestasi di bidang karate dinilai mampu membuka peluang bagi atlet untuk masuk sekolah unggulan hingga diterima di instansi pemerintahan.
Selain mengejar prestasi, Yanyan juga menekankan pentingnya sportivitas selama pertandingan berlangsung.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disporabudpar Kota Tasikmalaya, Momon Suryaman, menyambut positif pelaksanaan Kejurprov tersebut. Ia menilai kejuaraan tingkat provinsi sangat penting untuk mengukur kualitas pembinaan olahraga di setiap daerah.
Momon juga mengingatkan bahwa olahraga karate memiliki risiko cedera yang cukup tinggi sehingga perlindungan terhadap atlet harus menjadi perhatian bersama.
“Pelatih dan orang tua perlu memberikan perlindungan melalui asuransi bagi atlet sebagai bentuk antisipasi terhadap risiko pertandingan,” katanya.
Ia menambahkan, piagam penghargaan dari Kejurprov juga harus ditandatangani pejabat tingkat provinsi agar sah secara administrasi dan memiliki nilai legalitas yang kuat.
Di tempat yang sama, Kepala Wasit dan Juri Pertandingan sekaligus Ketua Umum Majelis Sabuk Hitam Satria Tama, Ii Ruhiat SPd, menjelaskan pertandingan menggunakan dua sistem aturan, yakni Kyokushin dan Shinken Shobu.
Menurutnya, sistem Kyokushin menerapkan full contact dengan larangan pukulan dan sikutan ke wajah serta leher, namun tendangan ke kepala diperbolehkan tanpa pelindung badan. Sementara pada sistem Shinken Shobu, pukulan ke wajah, sikutan, bantingan, hingga kuncian diperbolehkan dengan kewajiban penggunaan pelindung tangan.
Ii Ruhiat memastikan seluruh wasit dan juri yang bertugas telah memiliki lisensi sehingga pertandingan berjalan adil dan profesional.
Sekretaris KORMI Kota Tasikmalaya, Rohimat, menilai perkembangan olahraga karate di Tasikmalaya terus menunjukkan tren positif. Selain menjaga kebugaran, karate juga menjadi sarana bela diri dan jalur prestasi bagi generasi muda.
Suasana pertandingan berlangsung tertib dan meriah dengan dukungan suporter dari masing-masing kontingen. Kejurprov Satria Tama Karate 2026 diharapkan menjadi agenda rutin untuk meningkatkan prestasi sekaligus mempererat silaturahmi antarperguruan karate di Jawa Barat.
- Penulis: Yeyep Arip

Saat ini belum ada komentar