Profil H. Kurniawan, Sekda Baru Kabupaten Tasikmalaya yang Sarat Prestasi
- account_circle Bang Sufi
- calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
- visibility 64
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TASIKMALAYA, lintasmedia.id
Di balik setiap kebijakan pemerintah daerah, ada sosok yang bekerja memastikan seluruh roda birokrasi berjalan selaras. Jabatan itu bernama Sekretaris Daerah (Sekda), posisi strategis yang kerap disebut sebagai “dirigen” birokrasi.
Kini, tongkat estafet itu berada di tangan H. Kurniawan, sosok birokrat senior yang telah menghabiskan sebagian besar perjalanan kariernya dalam dunia pengelolaan keuangan daerah, reformasi birokrasi, hingga pengembangan sumber daya aparatur.
Bagi kalangan birokrasi di Tasikmalaya dan Ciamis, nama Kurniawan bukanlah sosok asing. Ia dikenal sebagai akuntan pemerintahan yang menggabungkan pengalaman lapangan dengan kekuatan akademik.
Lahir di Tasikmalaya pada 14 Juni 1970, Kurniawan membangun kariernya secara bertahap, bukan melalui jalan pintas. Dengan pangkat Pembina Utama Madya (IV/d), ia menapaki berbagai jabatan strategis yang membentuk kapasitasnya sebagai administrator pemerintahan.
Berawal dari Pengelola Keuangan Daerah
Jejak pengabdian Kurniawan paling banyak diukir di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ciamis.
Kariernya mencapai titik penting ketika dipercaya menjabat Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Ciamis pada 2020 hingga 2022.
Di lembaga inilah ia bertanggung jawab mengelola jantung pemerintahan daerah: anggaran.
Tak lama kemudian, ia dipercaya memimpin Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Ciamis. Pengalaman mengelola keuangan dan aparatur menjadi kombinasi yang jarang dimiliki seorang birokrat.
Setelah itu, Kurniawan melanjutkan pengabdiannya di lingkungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sebagai Kepala Biro Perencanaan, Keuangan dan Umum Universitas Singaperbangsa Karawang.
Pengalaman tersebut memperluas perspektifnya, tidak hanya dalam birokrasi pemerintahan daerah, tetapi juga tata kelola perguruan tinggi negeri.
Akademisi yang Tidak Pernah Berhenti Belajar
Di balik kesibukannya sebagai aparatur sipil negara, Kurniawan dikenal sebagai sosok yang sangat menghargai pendidikan.
Ia menyelesaikan Sarjana Akuntansi di Universitas Siliwangi pada 1994, kemudian meraih Magister Ilmu Administrasi Negara Universitas Garut pada 2000.
Semangat belajarnya terus berlanjut melalui Pendidikan Profesi Akuntan di Universitas Padjadjaran pada 2006 hingga akhirnya menyelesaikan Program Doktor Ilmu Akuntansi Universitas Padjadjaran pada 2020.
Perjalanan akademiknya bahkan membawanya ke Rutgers, The State University of New Jersey, Amerika Serikat, melalui program sandwich doktoral pada 2017 serta kegiatan penelitian lanjutan pada 2019.
Selain Amerika Serikat, ia juga mengikuti berbagai konferensi ilmiah internasional di Jepang, Australia, Italia, Thailand, dan Singapura.
Pengalaman tersebut memperkaya cara pandangnya mengenai tata kelola pemerintahan, akuntabilitas publik, dan pengelolaan keuangan modern.
ASN Berprestasi dengan Segudang Penghargaan
Prestasi Kurniawan tidak berhenti di ruang kuliah.
Pada 2018, ia dinobatkan sebagai ASN Terbaik Pemerintah Kabupaten Ciamis. Setahun kemudian, ia masuk lima besar ASN Berprestasi tingkat Provinsi Jawa Barat.
Kemampuannya sebagai pemimpin juga diakui ketika mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II yang diselenggarakan Lembaga Administrasi Negara pada 2021. Ia meraih predikat peserta terbaik keempat dengan nilai istimewa.
Berbagai penghargaan lain turut menghiasi perjalanan kariernya, mulai dari Tokoh Inspiratif Akuntan Sektor Publik, Satyalancana Karya Satya, hingga sejumlah penghargaan dalam bidang pengelolaan keuangan daerah.
Mengajar, Menulis, dan Membina Profesi
Di luar aktivitas birokrasi, Kurniawan aktif berbagi ilmu.
Sejak 2019 ia menjadi dosen praktisi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran serta Universitas Siliwangi.
Ia juga aktif dalam organisasi profesi sebagai Wakil Ketua Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Jawa Barat, Wakil Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Priangan Timur, serta Dewan Pakar ICMI Orda Ciamis.
Produktivitasnya tampak melalui sejumlah buku dan karya ilmiah yang membahas akuntansi sektor publik, kebijakan fiskal daerah, tata kelola pemerintahan, pembangunan ekonomi desa, hingga sistem informasi keuangan pemerintah.
Tantangan Baru di Kabupaten Tasikmalaya
Kini, tantangan yang dihadapi Kurniawan jauh lebih besar.
Sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya, ia dituntut mampu menyatukan langkah seluruh perangkat daerah, memastikan program kepala daerah berjalan efektif, memperkuat reformasi birokrasi, sekaligus menjaga tata kelola keuangan yang akuntabel.
Jabatan Sekda bukan sekadar posisi administratif. Di tangan seorang sekretaris daerah, koordinasi lintas organisasi perangkat daerah, efisiensi anggaran, hingga kualitas pelayanan publik sangat ditentukan.
Dengan bekal sebagai akuntan, birokrat, akademisi, dan pengelola sumber daya aparatur, H. Kurniawan membawa modal pengalaman yang lengkap.
Namun, seperti lazimnya birokrasi, ukuran keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh panjangnya daftar gelar maupun penghargaan.
Masyarakat Kabupaten Tasikmalaya akan menilai dari sejauh mana kepemimpinannya mampu menghadirkan birokrasi yang profesional, pelayanan publik yang semakin baik, serta pemerintahan yang bersih, efektif, dan berpihak kepada kepentingan rakyat.
- Penulis: Bang Sufi

Saat ini belum ada komentar