Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Tasik » Menelusuri Jejak Sejarah Sunda dari Prasasti hingga Naskah Kuno

Menelusuri Jejak Sejarah Sunda dari Prasasti hingga Naskah Kuno

  • account_circle Ki Acep Aan
  • calendar_month 46 menit yang lalu
  • visibility 5
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

TASIKMALAYA, LINTASMEDIA.ID

Sejarah tidak pernah berdiri sendiri. Ia selalu berkelindan dengan ruang, tempat, manusia, dan peninggalan yang ditinggalkan generasi sebelumnya. Karena itu, upaya membaca sejarah Sunda tidak cukup hanya melalui cerita lisan, tetapi juga perlu menelusuri jejak material berupa situs, prasasti, dan naskah kuno.

Pemikiran tersebut menjadi dasar pendataan peninggalan sejarah yang dilakukan Ki Acep Aan, pemerhati budaya dan situs sejarah. Ia menaruh perhatian khusus pada dokumen korporal, yakni peninggalan sejarah berbentuk benda dan bukan tulisan.

Menurut Acep Aan, keberadaan sebuah situs belum tentu memiliki hubungan langsung dengan periode sejarah tertentu. Namun, keberadaan peninggalan sejarah di suatu tempat menunjukkan bahwa kawasan tersebut pernah menjadi ruang kehidupan manusia yang teratur.

Dari perspektif itu, situs-situs sejarah dapat menjadi petunjuk untuk menelusuri keberadaan organisasi sosial dan pemerintahan pada masa lampau, termasuk kerajaan dalam berbagai skala.

Pemahaman tersebut juga berkaitan dengan apa yang disebut tradisi megalitik. Acep Aan mencontohkan kawasan Bogor yang pernah menjadi bagian penting dalam sejarah Kerajaan Sunda dan Pakuan Pajajaran. Di wilayah tersebut masih ditemukan peninggalan bercorak megalitik meskipun masyarakat pendukungnya telah mengenal tulisan.

Artinya, menurut dia, tradisi megalitik tidak selalu berhenti ketika suatu masyarakat memasuki masa mengenal tulisan. Tradisi tersebut dapat terus hidup dan digunakan dalam konteks sosial, keagamaan, maupun budaya pada periode kerajaan.

Prasasti dan Naskah Kuno

Jejak sejarah Sunda juga dapat ditelusuri melalui sejumlah prasasti. Dalam catatan Acep Aan, beberapa di antaranya adalah Prasasti Tarumanegara, Prasasti Galunggung atau Geger Hanjuang, Prasasti Cibadak, Prasasti Kawali, Prasasti Kebantenan, Prasasti Batutulis di Bogor, serta Prasasti Pasir Muara.

Selain prasasti, sumber penting lainnya adalah naskah kropak, yakni naskah kuno yang antara lain ditulis pada bahan tradisional seperti daun nipah.

Beberapa naskah yang dicatat antara lain Kropak 406 yang dikenal sebagai Carita Parahyangan, Kropak 630 Sanghyang Siksakandang Karesian, Kropak 410 Carita Ratu Pakuan, serta Kropak 632 dari Ciburuy, Garut.

Dari berbagai sumber tersebut, nama sejumlah kerajaan dan tokoh masa lalu dapat ditelusuri. Di antaranya Tarumanagara, Sunda, Galuh, Kawali, Pakuan Pajajaran, Galunggung, Saunggalah, hingga kerajaan-kerajaan lokal lainnya.

Demikian pula nama tokoh seperti Purnawarman, Sri Jayabupati, Niskala Wastu Kancana, Dewa Niskala, dan Sri Baduga Maharaja muncul dalam berbagai sumber sejarah yang menjadi bahan kajian.

Pangeran Wangsakerta dan Gotra Sawala

Salah satu bagian penting dalam catatan Acep Aan adalah keberadaan tradisi intelektual di lingkungan Keraton Kasepuhan Cirebon pada abad ke-17 yang dikaitkan dengan Pangeran Wangsakerta.

Acep Aan mencatat kegiatan Gotra Sawala yang berlangsung dalam rentang 1677–1698. Forum tersebut disebut melibatkan tokoh-tokoh dari berbagai daerah Nusantara untuk membahas dan menyusun berbagai catatan mengenai sejarah kerajaan-kerajaan di Nusantara.

Dalam catatannya, karya yang dikaitkan dengan tradisi tersebut antara lain Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara, Pustaka Pararatwan, dan Pustaka Nagarakretabhumi.

Wilayah yang disebut dalam salah satu kelompok pembahasan mencakup Sumedang, Sukapura, Parakan Muncang, Rancamaya, Galunggung, Ukur, Talaga, Sindangkasih, Galuh, Kertabumi, Rajagaluh, Luragung, Imbanagara, Giri, hingga Sendang Duwur.

Catatan tersebut menunjukkan betapa luasnya upaya masyarakat masa lalu dalam merekam ingatan sejarah, meskipun keberadaan, penanggalan, serta autentisitas setiap naskah dan informasi di dalamnya tetap membutuhkan kajian filologis dan historiografis secara kritis.

Bagi Acep Aan, warisan naskah dan peninggalan sejarah tersebut merupakan bagian penting dari kekayaan budaya Jawa Barat dan Nusantara.

Ia berharap generasi sekarang tidak hanya mengenal sejarah dari nama kerajaan dan tokohnya, tetapi juga memahami bagaimana sejarah itu diwariskan melalui situs, prasasti, manuskrip, tradisi, dan ingatan masyarakat.

Pepatah Sunda “Ka hareup ngala sajeujeuh, ka tukang ngala salengkah” menjadi relevan dalam konteks tersebut. Melangkah ke masa depan, kata Acep Aan, tidak berarti memutus hubungan dengan masa lalu.

Sebab, seperti dikutipnya dari pemikiran Moen (1937), geografi tanpa sejarah ibarat bangkai, sedangkan sejarah tanpa geografi ibarat gelandangan.

Sejarah pada akhirnya bukan sekadar cerita tentang masa lalu. Ia adalah cara sebuah masyarakat mengenali tempat berpijak, memahami perjalanan leluhur, sekaligus menentukan arah langkah ke masa depan.

  • Penulis: Ki Acep Aan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jembatan 18 Meter di Rimau Sungsang Banyuasin Diresmikan, Anak Sekolah Tak Lagi Naik Perahu

    Jembatan 18 Meter di Rimau Sungsang Banyuasin Diresmikan, Anak Sekolah Tak Lagi Naik Perahu

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • account_circle Bang Sufi
    • visibility 43
    • 0Komentar

    SUMATERA SELATAN, lintasmedia.id Akses pendidikan dan aktivitas masyarakat di Desa Rimau Sungsang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, kini semakin mudah. Sebuah jembatan sepanjang 18 meter yang dibangun untuk menghubungkan akses warga resmi digunakan setelah diresmikan Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, Minggu (23/8/2026). Jembatan tersebut menjadi salah satu dari tiga jembatan yang dibangun menggunakan […]

  • Tabrakan Kijang Innova dan Pikap di Cikalang, Tiga Penumpang Luka

    Tabrakan Kijang Innova dan Pikap di Cikalang, Tiga Penumpang Luka

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle Yeyep Arip
    • visibility 78
    • 0Komentar

      TASIKMALAYA, lintasmedia.id. Kecelakaan lalu lintas melibatkan Toyota Kijang Innova dan mobil pikap terjadi di Jalan Cikalang, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Senin siang. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 14.30 WIB itu mengakibatkan tiga penumpang mobil pikap mengalami luka-luka dan sempat membuat arus lalu lintas tersendat. Berdasarkan informasi di lokasi kejadian, mobil pikap bernomor polisi Z […]

  • Kesal Tak Temui Pengacara, Pria Tasikmalaya Rusak Rumah dan Ambil Kunci Motor

    Kesal Tak Temui Pengacara, Pria Tasikmalaya Rusak Rumah dan Ambil Kunci Motor

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle Yeyep Arip
    • visibility 112
    • 0Komentar

      TASIKMALAYA, lintasmedia.id. Amarah yang tidak terkendali berujung proses hukum. Seorang pria berinisial I.A.M harus berhadapan dengan aparat kepolisian setelah diduga melakukan pengrusakan rumah milik seorang advokat di Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya. Kasus tersebut diungkap jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tasikmalaya usai menerima laporan dari korban berinisial A.S. Peristiwa itu terjadi di Kampung Semah […]

  • SSB Wirautama Linggasari Tampil Memukau, Tahan Imbang SBC FA dalam Laga Sarat Gengsi

    SSB Wirautama Linggasari Tampil Memukau, Tahan Imbang SBC FA dalam Laga Sarat Gengsi

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle Bang Sufi
    • visibility 78
    • 0Komentar

    SSB Wirautama L CIAMIS, lintasmedia.idc SSB Wirautama Linggasari menunjukkan kualitas permainan yang semakin matang saat menghadapi SBC FA dalam lanjutan Guruminda Cup 2026 di Lapang Desa Gunungcupu, Kecamatan Sindangkasih, Senin, 6 Juli 2026. Pertandingan berlangsung sengit dengan tempo tinggi dan berakhir imbang 1-1 setelah kedua tim saling melancarkan serangan sepanjang laga. Sejak peluit pertama dibunyikan, […]

  • Data Pemilih Disabilitas Tasikmalaya Dinilai Masih Jauh dari Akurat

    Data Pemilih Disabilitas Tasikmalaya Dinilai Masih Jauh dari Akurat

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle Yeyep Arip
    • visibility 81
    • 0Komentar

    KOTA TASIKMALAYA, lintasmedia.id Persoalan pendataan pemilih penyandang disabilitas kembali menjadi sorotan menjelang tahapan pemilu dan pemilihan mendatang. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tasikmalaya menilai kualitas data pemilih disabilitas hingga kini masih belum akurat dan berpotensi menghambat terwujudnya demokrasi yang inklusif. Isu tersebut mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif bagi Kaum Disabilitas yang digelar di Bale […]

  • Tangis Bahagia Guru SD Ciamis, Fitri Farhani Azizah Raih Juara Pertama Duta Guru CBP Rupiah Championship 2026

    Tangis Bahagia Guru SD Ciamis, Fitri Farhani Azizah Raih Juara Pertama Duta Guru CBP Rupiah Championship 2026

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle Bang Sufi
    • visibility 68
    • 0Komentar

      TASIKMALAYA, lintasmedia.id Di balik senyum yang mengembang saat namanya diumumkan sebagai juara pertama, tersimpan haru yang sulit dibendung. Mata Fitri Farhani Azizah berkaca-kaca. Tangis bahagia pun pecah, menjadi penanda perjuangan panjang seorang guru sekolah dasar yang akhirnya berbuah prestasi membanggakan. Guru SDN 1 Imbanagara Raya, Kabupaten Ciamis itu berhasil meraih Juara Pertama Duta Guru […]

expand_less