Iduladha 1447 H, Bupati Garut Ajak Warga Perkuat Kepedulian Sosial Bersama
- account_circle M. Renaldy Putra
- calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
- visibility 31
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
GARUT, lintasmedia.id.
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mengajak masyarakat menjadikan momentum Iduladha 1447 Hijriah sebagai sarana memperkuat kepedulian sosial, semangat gotong royong, dan pengorbanan demi kemajuan daerah.
Ajakan tersebut disampaikan Bupati Garut saat melaksanakan salat Iduladha bersama ribuan warga di Lapangan Otto Iskandar Di Nata atau Alun-Alun Garut, Kecamatan Garut Kota, Rabu, 27 Mei 2026.
Pelaksanaan salat Iduladha dipimpin KH Muhammad Shufina sebagai imam, sementara khutbah disampaikan Ketua Penasihat PD Persis Garut, KH Ena Sumpena.
Dalam sambutannya, Abdusy Syakur Amin menekankan bahwa kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS mengandung nilai keteladanan tentang keikhlasan, pengorbanan, dan kepatuhan kepada Allah SWT.
Menurutnya, semangat berkurban tidak hanya dimaknai dalam ibadah semata, tetapi juga harus diterapkan dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah.
“Membangun Garut tidak cukup hanya mengandalkan program dan anggaran. Diperlukan kepedulian sosial, kebersamaan, dan gotong royong seluruh masyarakat,” kata Abdusy Syakur Amin.
Ia menilai momentum Hari Raya Iduladha menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk memperkuat solidaritas sosial, terutama dalam membantu warga yang membutuhkan.
Pada kesempatan itu, Bupati Garut juga menyinggung pelaksanaan ibadah haji tahun 2026. Pemerintah Kabupaten Garut telah memberangkatkan 174 jemaah haji yang tergabung dalam Kloter 22 Kertajati.
Ia mengakui jumlah jemaah haji asal Garut tahun ini mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Namun demikian, hal tersebut merupakan bagian dari kebijakan pemerintah pusat dalam pemerataan kesempatan ibadah haji bagi umat Islam di Indonesia.
“Kami berharap seluruh jemaah haji asal Garut diberikan kesehatan, kelancaran, dan keselamatan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci serta kembali menjadi haji yang mabrur,” ujarnya.
Sementara itu, dalam khutbahnya, KH Ena Sumpena mengajak umat Islam memanfaatkan sisa usia dengan memperbanyak amal saleh dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Dalam khutbah bertema “Hakikat Ibadah Kurban dan Maqashidus Syariah”, ia menjelaskan bahwa ibadah kurban merupakan bentuk pengabdian dan rasa syukur umat Islam.
KH Ena juga mengingatkan bahwa bagi masyarakat yang belum mampu menunaikan ibadah haji, kurban dan puasa Arafah menjadi amalan utama pada momentum Iduladha.
Menurutnya, semangat Iduladha harus menjadi sarana meningkatkan kesalehan sosial, mempererat ukhuwah Islamiyah, dan memperkuat kepedulian terhadap sesama di tengah kehidupan masyarakat.
- Penulis: M. Renaldy Putra
- Editor: Aji

Saat ini belum ada komentar