Ang Ape Dorong Petani Mekarmulya Uji Tanah Sebelum Pemupukan
- account_circle Feri Heryanto
- calendar_month 10 jam yang lalu
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
CIAMIS, LINTASMEDIA.ID
Petani di Desa Mekarmulya, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, mulai didorong untuk tidak lagi mengandalkan kebiasaan dalam menentukan kebutuhan pupuk. Kondisi tanah perlu diketahui terlebih dahulu agar pemupukan dapat dilakukan secara lebih tepat dan efisien.
Dorongan tersebut disampaikan Peri Heryanto, S.Ip., yang akrab disapa Ang Ape, saat kegiatan sosialisasi pertanian dan uji laboratorium tanah yang digelar Kamis, 1 Oktober 2026. Kegiatan berlangsung di halaman rumah Adang, salah seorang Ketua RT setempat, dan diikuti petani serta buruh tani dari sejumlah kelompok tani, termasuk perwakilan RT dan RW dari Dusun Cigasong dan Dusun Karangcingkrang.
Kegiatan tersebut menghadirkan sosialisasi dari Pupuk Indonesia sekaligus memberikan kesempatan kepada petani untuk membawa sampel tanah dari lahan masing-masing untuk dilakukan pengujian.
Ang Ape yang dikenal sebagai penggagas Kampung Kawung sekaligus penggerak masyarakat mengatakan, pemahaman terhadap kondisi tanah merupakan bagian penting dalam membangun pertanian yang produktif dan berkelanjutan.
“Petani perlu mengetahui kondisi tanahnya. Dengan mengetahui karakter dan kebutuhan tanah, pemupukan dapat dilakukan secara lebih tepat dan tidak sekadar berdasarkan kebiasaan,” ujar Peri Heryanto, Jumat, 2 Oktober 2026.
Menurutnya, uji laboratorium tanah tidak hanya bermanfaat bagi petani padi, tetapi juga bagi masyarakat yang mengembangkan tanaman aren. Hasil pengujian dapat menjadi salah satu dasar dalam menentukan pengelolaan lahan sesuai kebutuhan.
Petani yang mengikuti pengujian diminta membawa sampel tanah sekitar satu genggam. Sampel diambil dari bagian bawah permukaan tanah sekitar sejengkal dan sebaiknya berasal dari beberapa titik lahan agar hasil pengujian lebih menggambarkan kondisi tanah secara menyeluruh.
Salah seorang petani padi dan aren, Ade Ismail, mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai informasi mengenai kondisi tanah penting karena selama ini sebagian petani masih menentukan pemupukan berdasarkan pengalaman dan kebiasaan.
Hal senada disampaikan Mahri. Menurutnya, edukasi dan pengujian tanah memberikan pengetahuan praktis yang bisa langsung diterapkan petani dalam mengelola lahan.
Bagi Ang Ape, kegiatan tersebut sejalan dengan semangat Kampung Kawung yang tidak hanya berfokus pada pengembangan komoditas aren, tetapi juga penguatan pengetahuan, lingkungan, dan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
“Pertanian yang maju berawal dari petani yang mau belajar. Tanah adalah tempat kita menggantungkan kehidupan, sehingga harus kita kenali, rawat, dan kelola dengan baik,” katanya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sehingga petani Mekarmulya memiliki dasar yang lebih kuat dalam mengelola lahan, meningkatkan produktivitas, sekaligus menjaga kesuburan tanah.
Petani sejahtera, pertanian maju, tanah tetap terjaga.
- Penulis: Feri Heryanto

Saat ini belum ada komentar