Abah Pena Kana Kenang Abah Latif, Juru Kunci Galuh Salawe yang Pulang ke Pangbalikan
- account_circle Ki Acep Aan
- calendar_month 14 jam yang lalu
- visibility 20
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
CIAMIS, LINTASMEDIA.ID
Kabar duka menyelimuti keluarga besar Situs Bojong Galuh Salawe, Cimaragas, Kabupaten Ciamis. Abah Rd. Latif Adiwijaya, B.Sc., juru kunci situs cagar budaya tersebut, telah berpulang. Kepergiannya meninggalkan kenangan bagi mereka yang pernah berbincang dan berdiskusi dengannya tentang sejarah Galuh serta peninggalan para karuhun.
Salah seorang yang mengenang sosok Abah Latif adalah Abah Pena Kana, Ketua Umum DPP SKDM sekaligus salah seorang yang pernah bertemu dan berbincang langsung dengan almarhum di Saung Babancong, kawasan Situs Galuh Salawe.
Dalam pertemuan tersebut, keduanya berbincang santai sembari ngopi dan udud. Percakapan kemudian mengalir pada sejarah Galuh, perjalanan para karuhun, serta berbagai peninggalan yang menjadi bagian penting dari perjalanan sejarah Tatar Galuh.
Bagi Abah Pena Kana, Abah Latif bukan sekadar juru kunci situs. Sosoknya dikenal sebagai bagian dari lingkungan yang ikut menjaga, merawat, serta mengenalkan warisan sejarah Galuh kepada masyarakat.
Melalui pesan dukanya, Abah Pena Kana menyampaikan penghormatan sekaligus doa bagi almarhum.
“Innalillahi wainnailaihi roji’un. Pileuleuyan Abah Latif, juru kunci Situs Cagar Budaya Bojong Galuh Salawe Cimaragas. Mulih ka Jati, mulang ka asal, ka alam kalanggengan, alam panjang poe padang, nagara Tanjung Sampurna,” ungkapnya.
Ia berharap Abah Latif mendapat ketenteraman di alam kalanggengan dan memperoleh penerangan di alam pangbalikan.
“Mugia tintrim di alam kalanggengan, mugia pendak baja di alam pangbalikan. Mugia pangrojong Al-Fatihah nyareungan caang di alam padang, poe panjang, nagara Tunjung Sampurna. Amin,” lanjut Abah Pena Kana.
Kepergian Abah Latif menjadi kehilangan bagi lingkungan Situs Galuh Salawe. Namun, jejak pengabdiannya dalam menjaga warisan budaya dan sejarah Galuh diharapkan tetap dikenang serta menjadi bagian dari ingatan generasi penerus.
- Penulis: Ki Acep Aan

Saat ini belum ada komentar