Kang Erick Gelar Silaturahmi dan Doa Bersama di Panca Situ Cibeureum
- account_circle Ki Acep Aan
- calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
- visibility 26
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TASIKMALAYA, LINTASMWDIA.ID
Suasana khidmat dan penuh kekeluargaan terasa dalam kegiatan silaturahmi dan doa bersama yang digelar Kawargian Majelis Riyadhoh Mustika Puseur Buana, Panca Situ Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Sabtu, 19 September 2026.
Kegiatan berlangsung di Saung Angon Paniisan, Tamanjaya Indah, Panca Situ Cibeureum. Selain menjadi ruang untuk mempererat hubungan antarkawargian, pertemuan tersebut juga diisi doa bersama untuk memohon keselamatan dan ketenteraman, khususnya bagi masyarakat Kota Tasikmalaya.
Pupuhu Majelis Riyadhoh Mustika Puseur Buana, Kang Erick, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar untuk menjaga silaturahmi sekaligus memanjatkan doa bagi keselamatan bersama.
“Acara ini dimaksudkan untuk mempererat silaturahmi dan doa bersama untuk keselamatan bersama, khususnya Kota Tasikmalaya,” tutur Kang Erick.
Sejumlah tamu undangan turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Ki Acep Aan, Abah Kayat, Ki Sanca, serta sejumlah tokoh seniman dan budayawan lainnya.
Rangkaian acara dipandu oleh Kang Razes sebagai pembawa acara. Kegiatan diawali dengan bubuka dan Rajah Pangbuka, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya serta pembacaan ayat suci Al-Qur’an.
Suasana kemudian semakin khidmat ketika peserta mengikuti tawasul dan Guar Sejarah, yang menjadi bagian penting dalam menggali kembali nilai-nilai sejarah dan kearifan budaya yang diwariskan para leluhur.
Rangkaian berikutnya diisi dengan Guar Filosofis Rajah Iket Pangsi, sebuah pembahasan yang mengangkat makna filosofis di balik simbol dan busana tradisi Sunda.
Bagi para peserta, pertemuan tersebut bukan sekadar kegiatan berkumpul. Silaturahmi menjadi ruang untuk merawat persaudaraan, sementara doa bersama menjadi ikhtiar batin agar kehidupan masyarakat senantiasa berada dalam keselamatan dan ketenteraman.
Acara ditutup dengan doa bersama dan mushafahah, sebagai simbol saling memaafkan serta mempererat hubungan antarsesama.
Kegiatan berlangsung tertib dan khidmat hingga akhir. Di tengah perkembangan zaman, pertemuan semacam ini menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan nilai spiritual, sejarah, budaya, dan persaudaraan dalam suasana yang sederhana tetapi sarat makna.
- Penulis: Ki Acep Aan

Saat ini belum ada komentar