Ferdiansyah: Kepala Sekolah Harus Jadi Pemimpin Visioner, Bukan Sekadar Menunggu Dana BOS
- account_circle Yeyep Arip
- calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
- visibility 36
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TASIKMALAYA, lintasmedia.id.
Anggota DPR RI Komisi X, Ferdiansyah, menegaskan bahwa kepala sekolah harus memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat dan mampu berinovasi dalam mengelola sekolah. Menurutnya, kepala sekolah bukan lagi sekadar pengawas kegiatan belajar mengajar, melainkan seorang manajer atau “direktur utama” sekolah yang harus memahami seluruh ekosistem pendidikan.
Pernyataan tersebut disampaikan Ferdiansyah saat membahas penguatan ekosistem kepemimpinan kepala sekolah di Tasikmalaya, Sabtu malam (20/6/2026).
Menurutnya, seorang kepala sekolah wajib memahami berbagai komponen yang menopang keberlangsungan pendidikan, mulai dari siswa, orang tua, guru, tenaga kependidikan hingga lingkungan masyarakat sekitar.
“Kalau kepala sekolah adalah manajer sekolah, maka ia harus mampu memberdayakan seluruh komponen yang ada. Sekolah tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.
Ferdiansyah menilai penguatan kapasitas kepemimpinan kepala sekolah menjadi kebutuhan mendesak.
Ia menegaskan bahwa setiap calon kepala sekolah harus mengikuti pendidikan dan pelatihan kepemimpinan agar memiliki integritas serta kemampuan manajerial yang memadai.
Selain itu, ia menyoroti persoalan sampah yang saat ini menjadi tantangan serius di berbagai daerah, termasuk Kota dan Kabupaten Tasikmalaya. Menurutnya, kepala sekolah harus mampu melihat persoalan tersebut sebagai peluang untuk menciptakan inovasi pendidikan sekaligus sumber pembiayaan alternatif.
Ia mencontohkan pemanfaatan sampah organik yang dapat diolah menjadi pupuk organik melalui kerja sama dengan petani. Hasil pengolahan tersebut, kata dia, bisa dimanfaatkan dalam skema kemitraan yang saling menguntungkan.
Ferdiansyah juga mendorong sekolah untuk mengembangkan kreativitas dalam mengelola sampah anorganik. Salah satunya dengan mengolah limbah plastik menjadi produk bernilai ekonomi, seperti bangku sekolah atau kebutuhan lainnya melalui dukungan teknologi dan investasi.
Menurutnya, ketergantungan penuh terhadap dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tidak akan cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan pendidikan. Karena itu, kepala sekolah dituntut mampu menghadirkan terobosan-terobosan baru yang dapat mendukung keberlangsungan program sekolah.
“Kalau mau menjadi direktur utama sekolah, harus berpikir kreatif dan mencari solusi. Jangan hanya duduk menunggu bantuan datang. Kepala sekolah harus mampu membaca peluang dan memberdayakan seluruh potensi yang ada,” tegasnya.
Ferdiansyah menambahkan, penguatan ekosistem kepemimpinan kepala sekolah harus dimaknai secara luas, yakni membentuk pemimpin pendidikan yang tanggap terhadap persoalan lingkungan, mampu berkolaborasi dengan masyarakat, serta cepat menghadirkan solusi bagi kemajuan sekolah.
- Penulis: Yeyep Arip

Saat ini belum ada komentar