Dialog Budaya Jabar Jangan Berhenti di Forum, Elis Dorong Kolaborasi Nyata
- account_circle Ki Acep Aan
- calendar_month Sabtu, 3 Okt 2026
- visibility 57
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TASIKMALAYA, LINTASMEDIA.ID
Dialog Budaya Jawa Barat 2026 di Kabupaten Tasikmalaya menjadi ruang bertemunya pemerintah, seniman, budayawan, pendidik, pegiat pelestarian budaya, serta sejumlah unsur masyarakat untuk membahas berbagai persoalan kebudayaan di daerah.
Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Barat tersebut berlangsung di Gedung Guru PGRI Kabupaten Tasikmalaya, Perum Graha Winaya, Desa Cintaraja, Kecamatan Singaparna, Jumat, 2 Oktober 2026.
Sejumlah peserta hadir dari berbagai unsur, di antaranya seniman, budayawan, guru MGMP SMP, SMK dan MA, PKBM, IPSI, Tim Ahli Cagar Budaya (TACB), serta pegawai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya.
Salah seorang peserta, Elis Lisnawati, A.Ma.Pd., hadir sebagai budayawan perempuan sekaligus aktivis lingkungan. Ia menilai dialog budaya semestinya tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi harus menghasilkan komunikasi dan langkah konkret terhadap persoalan kebudayaan yang dihadapi masyarakat di lapangan.
“Saya diundang secara resmi oleh pihak dinas dengan nomor undangan 39. Harapan saya, acara ini menjadi ruang untuk mengomunikasikan kendala-kendala yang dihadapi di lapangan, sehingga tidak sekadar menjadi acara seremonial,” ujar Elis.
Menurut dia, pelestarian budaya tidak dapat dipisahkan dari keberadaan komunitas yang selama ini bekerja langsung di tengah masyarakat. Pemerintah daerah dinilai perlu membangun pola komunikasi yang lebih terbuka dengan sanggar seni, padepokan, budayawan, serta kelompok masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
“Dinas juga harus mampu merangkul sanggar seni, padepokan, dan aktivis lingkungan agar bisa lebih proaktif dalam menjaga budaya sekaligus alam di wilayah Kabupaten Tasikmalaya,” katanya.
Dialog tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya Wandi Herpandi, Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat H. Yomanius Untung, S.Pd., M.Si., Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat M. Lillah Sahrul Mubarok, S.Sos., Dosen ISBI Bandung Dr. Agus Ahmad Wakih, M.Sn., serta Ketua Tim Ahli Cagar Budaya Kabupaten Tasikmalaya Dr. Ida Farida Ningrum, M.Pd.
Setelah pemaparan narasumber, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Forum tersebut menjadi kesempatan bagi peserta untuk menyampaikan berbagai persoalan dan gagasan terkait pengembangan serta pelestarian kebudayaan di Kabupaten Tasikmalaya.
Elis berharap hasil dialog tidak berhenti dalam catatan kegiatan. Menurutnya, keberhasilan kebijakan kebudayaan justru dapat dilihat dari sejauh mana pemerintah mampu melibatkan komunitas dan masyarakat dalam menjaga warisan budaya serta lingkungan secara berkelanjutan.
- Penulis: Ki Acep Aan

Saat ini belum ada komentar