Tasikmalaya Siaga Bencana, Ratusan Personel Gabungan Disiagakan
- account_circle Admin Lintas Media
- calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
- visibility 77
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TASIKMALAYA, lintasmedia.id. Menghadapi potensi cuaca ekstrem seiring meningkatnya intensitas hujan, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya resmi menetapkan kesiapsiagaan bencana melalui apel lintas instansi yang digelar di Pos Siaga Tapal Kuda, Kecamatan Salawu, Kamis (6/11/2025).
Kegiatan tersebut menjadi penanda dimulainya masa siaga bencana di Kabupaten Tasikmalaya, wilayah yang selama ini dikenal memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, hingga angin puting beliung.
Apel kesiapsiagaan dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al-Ayubbi dan melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polres Tasikmalaya, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, TAGANA, BAZNAS Tanggap Bencana, hingga organisasi relawan kebencanaan.
Dalam agenda tersebut, masing-masing instansi menunjukkan kesiapan personel, kendaraan operasional, serta perlengkapan pendukung yang akan digunakan dalam penanganan keadaan darurat.
Tasikmalaya Masuk Daerah Rawan Bencana
Secara geografis, Kabupaten Tasikmalaya memiliki kondisi topografi yang cukup kompleks dengan banyak kawasan perbukitan serta daerah rawan pergerakan tanah. Ditambah curah hujan yang tinggi, kondisi ini membuat sejumlah wilayah berpotensi mengalami berbagai bencana alam.
Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sepanjang tahun 2025 telah terjadi sekitar 400 kejadian bencana di berbagai kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya.
Angka tersebut menunjukkan tingginya tingkat kerawanan bencana di wilayah ini, bahkan menempatkan Tasikmalaya sebagai salah satu daerah dengan potensi bencana tertinggi di Jawa Barat.
Karena itu, pemerintah daerah menegaskan kesiapsiagaan harus dilakukan secara maksimal, terutama memasuki musim penghujan.
Posko Siaga dan Tim 24 Jam Disiapkan
Sebagai langkah antisipasi, Pemkab Tasikmalaya bersama instansi terkait telah menyiapkan sejumlah posko siaga di titik-titik rawan bencana.
Posko tersebut dilengkapi dengan berbagai sarana pendukung seperti alat evakuasi, kendaraan operasional, mesin pemotong kayu, tenda darurat, perlengkapan medis, hingga kebutuhan logistik dasar.
Selain itu, tim gabungan dijadwalkan bersiaga selama 24 jam penuh untuk memantau perkembangan cuaca serta merespons cepat setiap laporan masyarakat yang masuk.
Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses penanganan apabila terjadi bencana sewaktu-waktu.
Bantuan Sosial dan Dukungan Psikologis Juga Disiapkan
Tak hanya fokus pada kesiapan teknis di lapangan, aspek kemanusiaan juga menjadi perhatian serius.
BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya turut menyiapkan bantuan sosial cepat tanggap yang bersumber dari dana zakat, infak, dan sedekah masyarakat untuk membantu warga terdampak bencana.
Selain bantuan logistik, dukungan psikososial juga akan diberikan kepada korban agar proses pemulihan pascabencana bisa berjalan lebih cepat, terutama bagi warga yang mengalami trauma akibat kejadian bencana.
Warga Diminta Lebih Waspada
Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi perubahan cuaca yang tidak menentu.
Warga diminta segera melapor ke posko siaga terdekat apabila menemukan tanda-tanda potensi bencana seperti retakan tanah, debit air sungai yang meningkat drastis, pohon rawan tumbang, maupun kondisi cuaca ekstrem lainnya.
Dengan penguatan koordinasi lintas sektor serta keterlibatan aktif masyarakat, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keselamatan warga selama musim penghujan.
- Penulis: Admin Lintas Media

Saat ini belum ada komentar