Padepokan Trah Karsid Tasikmalaya Raih Juara Ibing Pasanggiri Se-Priangan Timur
- account_circle Bang Sufi
- calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
- visibility 149
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KOTA TASIKMALAYA, lintasmedia.id
Padepokan Trah Karsid Kota Tasikmalaya kembali menorehkan prestasi pada ajang Ibing Pasanggiri Se-Priangan Timur yang berlangsung di GOR Sukapura, Dadaha, Kota Tasikmalaya, pada 24–26 Juli 2026.
Dalam kompetisi yang diselenggarakan DPD Paguyuban Pencak Silat Indonesia (PPSI) Kota Tasikmalaya bekerja sama dengan KORMI dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan tersebut, Padepokan Trah Karsid berhasil membawa pulang dua gelar juara melalui atlet usia dini.

Muhammad Rizki A. meraih Juara II kategori putra, sedangkan Arsyila Deria P. berhasil meraih Juara III kategori putri. Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri mengingat padepokan baru saja menyelesaikan rangkaian peringatan hari jadinya yang ketiga.
Ketua Umum Padepokan Trah Karsid, Rd. Chandra Den Jaka, mengaku bersyukur atas capaian para atlet muda yang telah berlatih dengan penuh semangat meski dalam berbagai keterbatasan.
“Alhamdulillah, meski hanya mengirimkan atlet kategori usia dini dan dengan segala keterbatasan, kami berhasil meraih Juara II putra dan Juara III putri. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan,” ujarnya.
Padepokan Trah Karsid yang bermarkas di kawasan Sambong Tengah, Kota Tasikmalaya, dipimpin Ketua Nanang dengan jajaran pembina dan sesepuh, di antaranya Rd. Betty Sribudiwati Trah Karsid Mancanegara, Mang Aming, dan Abah Winar.
Ajang Ibing Pasanggiri tahun ini diikuti lebih dari 100 peserta dari berbagai kategori usia yang merupakan utusan PPSI se-Priangan Timur. Kegiatan juga dihadiri Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Sekretaris KORMI Roshinat, S.Sos., Kepala Bidang Kebudayaan Agus Fauzi, unsur Polres, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya saat membuka kegiatan, Wakil Wali Kota Tasikmalaya mengajak seluruh generasi muda untuk terus melestarikan pencak silat sebagai warisan budaya bangsa.
Kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan para pesilat, tetapi juga menjadi wadah pembinaan atlet muda sekaligus memperkuat pelestarian seni ibing pencak silat sebagai bagian dari identitas budaya Sunda di wilayah Priangan Timur.
- Penulis: Bang Sufi

Saat ini belum ada komentar