Jambore Pokdarwis Ciamis 2026 Perkuat Pariwisata Berbasis Masyarakat
- account_circle Rahmat Gumilar
- calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
- visibility 20
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
CIAMIS, LINTASMEDIA.ID
Suasana Puncak Aki Kabayan, Desa Sandingtaman, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, berubah semarak pada Rabu, 30 September 2026. Para pegiat pariwisata yang tergabung dalam wadah Pokdarwis dari berbagai wilayah berkumpul dalam Jambore Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kabupaten Ciamis 2026.
Kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus konsolidasi para pengurus Pokdarwis untuk memperkuat pengelolaan destinasi berbasis masyarakat.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis, Heryan Rusyandi, S.Sos,MM. Hadir juga Kepala Bidang Destinasi Rio Andri dan Kepala Bidang Pemasaran, Asep Didi
Jambore Pokdarwis Kabupaten Ciamis 2026 selain silaturahmi juga digelar saresehan dengan narasumbernya Dr Etih Heryani dari FISIP Universitas Galuh, Ketua BP2D Drs Endang Haris Djuandana, penggiat wisata Syarif Hidayat dan Kabid Destinasi Rio Andri,S.Pt.
Dari kawasan perbukitan Sandingtaman, para pengurus Pokdarwis datang membawa satu pesan penting: pariwisata Ciamis tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam. Potensi wisata harus dikelola secara kreatif, profesional, ramah wisatawan, sekaligus memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat sekitar.
Pokdarwis memiliki posisi penting karena bersentuhan langsung dengan masyarakat dan destinasi. Mereka tidak hanya bertugas mengenalkan objek wisata, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat agar mampu menjadi tuan rumah yang baik bagi wisatawan.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis Heryan Rusyandi mengatakan, Kabupaten Ciamis memiliki 57 desa wisata yang telah ditetapkan melalui SK Bupati Ciamis. Dari jumlah tersebut, sebagian masih berada pada tahap rintisan dan membutuhkan pendampingan agar dapat berkembang dan memberikan dampak ekonomi lebih besar bagi masyarakat.
“Karena itu, jambore menjadi momentum untuk mempertemukan pengalaman dan gagasan dari berbagai Pokdarwis. Pengelola destinasi dapat saling belajar mengenai promosi, pelayanan wisatawan, pengembangan produk lokal, hingga pengelolaan destinasi secara berkelanjutan,” ujar Heryan.
Dikatakan Heryan, pengembangan pariwisata berbasis masyarakat juga sejalan dengan prinsip Sapta Pesona, yakni menciptakan destinasi yang aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan memberikan kenangan bagi wisatawan.
“Puncak Aki Kabayan Sandingtaman sendiri memberikan suasana yang relevan dengan semangat tersebut. Lanskap alam Panjalu menjadi latar pertemuan para penggerak wisata sekaligus menunjukkan bahwa Ciamis memiliki kekayaan destinasi yang dapat dikembangkan melalui kreativitas masyarakat,” tambahnya.
Dalam saraaehan, Dr Ertih mengatakan, Jambore Pokdarwis 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial. Forum tersebut menjadi titik temu untuk membangun jejaring antarpengelola destinasi, memperkuat promosi bersama, serta mendorong lahirnya paket wisata yang menghubungkan berbagai potensi desa.
“Dengan kolaborasi pemerintah, Pokdarwis, desa wisata, pelaku usaha, media massa, komunitas, dan masyarakat, pariwisata Ciamis diharapkan mampu tumbuh sebagai kekuatan ekonomi lokal sekaligus menjaga identitas budaya dan lingkungan,” ujar Etih.
Dikatakan Etih, untuk mendukung kolaborasi pentahelix tersebut, FISIP Universitas Galuh siap mendampingi dan memberikan pelatihan peningkatan kapasitas kelembagaan Pokdarwis.
“Pokdarwis secara kelembagaan harus ditata dan pengurusnya harus punya kompetensi untuk menjalankan peran masing-masing. Kami akan dampingi Pokdarwis dengan akselerasi melalui pelatihan,” ujar Etih.
Dari Sandingtaman, semangat itu kembali ditegaskan: wisata bukan sekadar mendatangkan orang, tetapi bagaimana kedatangan wisatawan mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat dan menjaga kekayaan daerah.
- Penulis: Rahmat Gumilar

Saat ini belum ada komentar