Ini Kota Soto hingga Sate Kambing Muda yang Selalu Dirindukan
- account_circle Yeyep Arip
- calendar_month Senin, 18 Mei 2026
- visibility 38
- comment 0 komentar
- print Cetak

oplus_0
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
NASIONAL, lintasmedia.id
Di jalur penghubung Solo dan Semarang, ada satu daerah yang tak hanya dikenal karena panorama alamnya, tetapi juga kekayaan rasa dari kuliner tradisionalnya.
Kabupaten Boyolali kini semakin kuat dikenal sebagai kota wisata kuliner dengan tiga ikon utama, yakni soto khas Boyolali, sate kambing muda, dan aneka olahan susu segar.
Julukan Boyolali sebagai “Kota Susu” bukan sekadar slogan. Daerah berhawa sejuk di kaki Gunung Merapi dan Merbabu ini menjadi salah satu sentra peternakan sapi terbesar di Jawa Tengah. Dari susu segar, yoghurt, hingga olahan tahu susu, semuanya menjadi daya tarik wisata kuliner yang terus diburu wisatawan.
Namun, pesona kuliner Boyolali tak berhenti di sana. Soto Boyolali menjadi menu wajib yang selalu dicari pelintas jalur Solo-Semarang. Kuahnya bening dengan cita rasa gurih ringan, dipadukan suwiran ayam atau daging sapi, serta taburan seledri dan bawang goreng yang menggugah selera.
Di sejumlah warung legendaris, aroma kaldu soto bahkan sudah tercium sejak pagi hari. Tak sedikit wisatawan sengaja datang hanya untuk menikmati semangkuk soto hangat ditemani teh panas khas Boyolali.
Selain soto, Boyolali juga dikenal sebagai kota sate kambing muda. Kuliner ini menjadi favorit karena menggunakan daging kambing berusia muda yang teksturnya empuk dan minim bau prengus. Proses pembakaran dengan arang membuat aroma sate semakin khas dan menggoda.
Biasanya, sate kambing muda disajikan bersama gulai dan tongseng dengan racikan bumbu rempah yang kuat. Pada akhir pekan dan musim libur, warung sate di kawasan Ampel hingga Boyolali kota hampir selalu dipadati pengunjung.
Pertumbuhan wisata kuliner di Boyolali ikut mendongkrak angka kunjungan wisatawan. Data Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Boyolali mencatat jumlah kunjungan wisata sepanjang 2024 mencapai 1.546.131 wisatawan, meningkat dibanding tahun 2023 yang berada di angka 951.514 kunjungan.
Lonjakan wisatawan tersebut turut mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) sektor pariwisata hingga Rp7,8 miliar. Destinasi wisata alam, wisata religi, hingga wisata kuliner menjadi faktor utama meningkatnya kunjungan wisatawan ke Boyolali.
Tak hanya wisatawan lokal, banyak pelancong dari luar daerah menjadikan Boyolali sebagai tempat singgah kuliner sebelum menuju Solo, Semarang, maupun kawasan wisata Selo dan Merapi.
Kuliner khas dengan harga terjangkau, suasana kota yang nyaman, serta keramahan masyarakat membuat Boyolali selalu punya alasan untuk dirindukan. Dari semangkuk soto hangat, sate kambing muda yang empuk, hingga segelas susu segar, Boyolali menghadirkan rasa sederhana yang sulit dilupakan.
- Penulis: Yeyep Arip
- Editor: Renaldy Putra

Saat ini belum ada komentar