Seniman Tasikmalaya Soroti Seleksi Peserta Dialog Budaya Disdikbud
- account_circle Ki Acep Aan
- calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
- visibility 12
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TASIKMALAYA, LINYASMEDIA.ID
Kegiatan Dialog Budaya yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya mendapat sorotan dari sejumlah tokoh seni dan budaya. Mereka mempertanyakan mekanisme pemilihan peserta dalam kegiatan yang menghadirkan narasumber dari Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat tersebut.
Kritik disampaikan Ustaz Deni Panglipur dari Sanggar Seni dan Padepokan Panglipur Dingdingari Galunggung Kabupaten Tasikmalaya bersama Ade Ridwan, Pupuhu Yayasan Seni Budaya Pasundan Kiwari Kabupaten Tasikmalaya.
Menurut mereka, terdapat sejumlah pegiat seni dan budaya yang selama ini aktif menjalankan kegiatan kebudayaan, tetapi tidak dilibatkan dalam dialog yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya.
Ade Ridwan mengatakan, pihaknya mempertanyakan dasar penentuan peserta kegiatan tersebut. Terlebih, lembaga yang dipimpinnya telah memiliki badan hukum dan selama ini bergerak dalam pelestarian serta pengembangan seni budaya Pasundan.
“Pertanyaan besar saya, pemilik wadah yang sudah berbadan hukum tidak diundang dalam acara dialog yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya. Terlebih acara tersebut menghadirkan narasumber dari Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, padahal pihak dinas sudah mengetahui eksistensi wadah kami,” ujar Ade Ridwan.
Ia berharap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya dapat menerapkan kebijakan yang lebih terbuka dalam menentukan peserta kegiatan seni dan budaya.
Menurutnya, pelibatan berbagai komunitas, sanggar, padepokan, serta organisasi seni budaya penting agar dialog tidak hanya merepresentasikan kelompok tertentu, tetapi dapat menjadi ruang bertukar gagasan bagi para pelaku budaya di Kabupaten Tasikmalaya.
Hal senada disampaikan Ustaz Deni Panglipur. Ia menilai program dialog budaya semestinya menjadi momentum untuk mempertemukan berbagai elemen seni dan budaya di daerah secara lebih luas.
Keduanya berharap kritik tersebut menjadi masukan bagi pemerintah daerah untuk memperbaiki pola komunikasi dan pelibatan pelaku seni budaya dalam berbagai program kebudayaan ke depan.
Mereka juga mendorong agar setiap kebijakan terkait kegiatan seni dan budaya dilakukan secara transparan, proporsional, serta memberikan kesempatan yang setara kepada organisasi dan komunitas yang memiliki rekam jejak dalam pelestarian budaya daerah.
Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh penjelasan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya mengenai mekanisme pemilihan peserta Dialog Budaya tersebut. Redaksi sedang menunggu konfirmasi.
- Penulis: Ki Acep Aan

Saat ini belum ada komentar