Panen Raya Desa Cisadap Buktikan Pertanian Organik Mulai Bangkit
- account_circle Bang Sufi
- calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
- visibility 52
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
CIAMIS, lintasmedia.id
- Hamparan padi yang menguning di Desa Cisadap, Kecamatan Ciamis, Kamis (9/7/2026), menghadirkan pemandangan yang lebih dari sekadar musim panen. Di balik bulir-bulir padi yang siap dipetik, tersimpan harapan baru bahwa pertanian organik di Kabupaten Ciamis mulai bangkit setelah melalui perjalanan panjang.
Panen raya yang digelar di desa tersebut menjadi tonggak penting bagi pengembangan pertanian organik. Desa Cisadap kini semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu desa percontohan pengembangan pertanian organik di Kabupaten Ciamis.
Keberhasilan ini lahir dari kerja keras para petani yang selama beberapa tahun terakhir konsisten menerapkan sistem budidaya ramah lingkungan. Mereka perlahan mengurangi ketergantungan terhadap pupuk dan pestisida kimia, kemudian beralih menggunakan bahan-bahan organik yang lebih aman bagi tanah maupun hasil panen.
Panen raya tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Barat, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Barat, Kepala Dinas Keuangan, DPKP, DPRKH, BPS, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Jawa Barat, Ketua Komisi B DPRD Jawa Barat H. Awan Setiawan, Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis Dr. Andang Firman Triyadi, anggota DPRD Kabupaten Ciamis, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Kepala Desa Cisadap, H. Muslih, mengatakan pengembangan pertanian organik merupakan salah satu program unggulan desa yang diarahkan untuk menciptakan sistem pertanian berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
“Pertanian organik merupakan investasi jangka panjang. Selain menghasilkan beras yang lebih sehat, sistem ini mampu menjaga kualitas lahan agar tetap produktif untuk generasi mendatang,” ujarnya.
Menurutnya, Desa Cisadap tidak hanya ingin menjadi sentra produksi beras organik, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran bagi desa-desa lain yang ingin mengembangkan sistem pertanian serupa. Pendampingan kepada petani terus dilakukan, mulai dari teknik budidaya, pembuatan pupuk organik, hingga pengendalian hama secara alami.
Di sisi lain, para petani mulai merasakan manfaat nyata dari sistem organik. Meski masa transisi membutuhkan kesabaran dan ketelatenan, biaya produksi dapat ditekan karena sebagian besar kebutuhan pupuk dan pestisida berasal dari bahan alami yang tersedia di sekitar lingkungan mereka.
Panen raya ini menjadi bukti bahwa pertanian organik bukan sekadar konsep, melainkan solusi nyata untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus melestarikan lingkungan. Dengan kualitas beras yang lebih baik dan nilai ekonomi yang terus meningkat, pertanian organik diyakini mampu memperkuat sektor pertanian sebagai penopang utama perekonomian masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Ciamis pun berharap keberhasilan Desa Cisadap menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk mengembangkan pertanian organik secara berkelanjutan. Semakin luas kawasan pertanian organik, semakin besar pula peluang Ciamis menjadi daerah penghasil pangan sehat yang berdaya saing tinggi di Jawa Barat.
- Penulis: Bang Sufi

Saat ini belum ada komentar