Digitalisasi Data Bansos Ciamis, Strategi Baru Cegah Salah Sasaran
- account_circle Renaldy Putra
- calendar_month Senin, 25 Mei 2026
- visibility 37
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
CIAMIS, lintasmedia.id.
Pemerintah Kabupaten Ciamis memilih jalur berbeda dalam membenahi penyaluran bantuan sosial (bansos), yakni dengan memperkuat digitalisasi data penerima agar distribusi bantuan lebih tepat sasaran dan akuntabel.
Langkah tersebut ditandai melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis Training of Trainers (TOT) bagi Agen Perlindungan Sosial (Perlinsos) yang digelar Dinas Sosial Kabupaten Ciamis bersama Kementerian Sosial Republik Indonesia di Aula BKSDM Ciamis, Senin (25/5/2026).
Program ini menjadi bagian dari proyek percontohan digitalisasi bantuan sosial yang menempatkan Ciamis sebagai salah satu daerah prioritas dalam penguatan sistem perlindungan sosial berbasis teknologi.
Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Andang Firman Triyadi, mengatakan persoalan utama dalam distribusi bansos selama ini terletak pada akurasi data penerima yang kerap berubah seiring dinamika sosial dan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, pembaruan data secara manual tidak lagi cukup untuk menjawab kebutuhan pelayanan sosial yang cepat dan presisi.
“Perubahan kondisi masyarakat berlangsung sangat dinamis. Jika data tidak diperbarui secara cepat, potensi salah sasaran akan terus terjadi.
Karena itu, sistem digital menjadi kebutuhan mendesak,” ujarnya.
Ia menegaskan, Agen Perlinsos akan menjadi garda depan pemerintah daerah dalam melakukan verifikasi dan pembaruan data langsung di lapangan melalui sistem yang terintegrasi.
Dengan pola tersebut, pemerintah berharap proses validasi data dapat dilakukan secara real time, sehingga penyaluran bantuan tidak hanya cepat, tetapi juga lebih transparan.
Sementara itu, Direktur Perlindungan Sosial Non Kebencanaan Kemensos RI, Faisal, yang mengikuti kegiatan secara virtual, mengakui validitas data penerima bansos masih menjadi tantangan nasional.
Ia menilai, tingginya ekspektasi masyarakat terhadap program bantuan pemerintah harus diimbangi dengan sistem pendataan yang presisi dan adaptif.
“Program ini dirancang untuk memastikan bantuan benar-benar diterima masyarakat yang berhak. Peran Agen Perlinsos sangat vital karena mereka memotret kondisi riil warga secara langsung,” katanya.
Melalui pembenahan berbasis digital ini, Pemkab Ciamis menargetkan reformasi birokrasi di sektor pelayanan sosial semakin cepat terwujud, sekaligus menghadirkan sistem bansos yang lebih adil, tepat data, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
- Penulis: Renaldy Putra
- Editor: Rahmat Gumilar

Saat ini belum ada komentar