Koperasi Merah Putih, Mampukah Dongkrak Ekonomi Desa?
- account_circle Admin Lintas Media
- calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
- visibility 37
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BERITA CIAMIS , lintasmedia.id
Peluncuran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Ciamis menimbulkan satu pertanyaan besar: benarkah program ini mampu menjadi motor penggerak baru ekonomi desa?
Pertanyaan itu mengemuka setelah Bupati Herdiat Sunarya meresmikan KDMP di Desa Sukamulya, Kecamatan Cihaurbeuti, Sabtu (16/5/2026), yang dilakukan serentak secara nasional bersama Presiden Prabowo Subianto melalui sambungan virtual.
Program Koperasi Merah Putih Ciamis digadang-gadang menjadi solusi untuk memperkuat ekonomi kerakyatan di tingkat desa. Namun, efektivitasnya akan sangat ditentukan oleh implementasi di lapangan, bukan sekadar seremoni peresmian.

Bupati Herdiat menyebut koperasi ini sebagai program strategis yang dapat meningkatkan kesejahteraan warga apabila dijalankan secara serius. Menurutnya, koperasi desa harus menjadi pusat perputaran ekonomi lokal agar uang masyarakat tidak terus mengalir keluar daerah.
“Kalau dikelola sungguh-sungguh, manfaatnya sangat besar untuk masyarakat desa,” ujar Herdiat.
Data Pemerintah Kabupaten Ciamis menunjukkan, pembangunan KDMP telah menjangkau 265 desa dan kelurahan. Dari jumlah itu, sebanyak 200 koperasi mulai berjalan, sementara 49 gedung telah selesai dibangun. Sisanya masih dalam proses pembangunan, termasuk 65 desa yang masih mencari lahan strategis.
Meski progres pembangunan cukup cepat, tantangan sesungguhnya justru terletak pada keberlanjutan usaha koperasi. Banyak program serupa sebelumnya gagal berkembang karena lemahnya manajemen, rendahnya partisipasi anggota, hingga kurangnya inovasi bisnis.
Di sisi lain, peluang pasar sebenarnya terbuka lebar. Program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) misalnya, membutuhkan pasokan bahan pangan dalam jumlah besar. Ini bisa menjadi peluang emas bagi koperasi desa untuk menjadi pemasok utama produk lokal seperti beras, telur, daging, hingga sayuran.
Namun faktanya, kebutuhan sayuran di Ciamis masih sekitar 30 hingga 40 persen dipasok dari luar daerah. Kondisi ini menunjukkan bahwa potensi lokal belum sepenuhnya terkelola secara maksimal.
Jika mampu menjawab tantangan itu, Koperasi Merah Putih di Ciamis bukan hanya menjadi simbol program pemerintah, tetapi bisa menjadi instrumen nyata kebangkitan ekonomi desa.
Kini, publik menunggu pembuktian: apakah koperasi ini benar-benar mampu mendongkrak ekonomi desa, atau justru berhenti sebagai proyek administratif semata?
- Penulis: Admin Lintas Media

Saat ini belum ada komentar