RSUD KHZ Musthafa Tasikmalaya Berhasil Selamatkan Pasien Stroke Akut dengan Trombolisis
- account_circle Yeyep Arip
- calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
- visibility 44
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TASIKMALAYA, lintasmedia.id
RSUD KHZ Musthafa Kabupaten Tasikmalaya mencatatkan pencapaian penting dalam layanan kesehatan dengan berhasil menyelamatkan pasien stroke akut melalui terapi trombolisis. Layanan ini menjadikan RSUD KHZ Musthafa sebagai rumah sakit pertama di Priangan Timur yang menyediakan penanganan stroke infark dengan sistem terpadu melalui aktivasi Code Stroke.
Direktur RSUD KHZ Musthafa, dr. Eli Hendalia, mengatakan hingga saat ini pihaknya telah berhasil menangani tiga pasien stroke infark menggunakan metode trombolisis dengan hasil pemulihan yang sangat baik.
Menurutnya, terapi trombolisis berfungsi melarutkan sumbatan pembuluh darah di otak sehingga aliran darah dapat kembali normal. Penanganan cepat menjadi faktor utama dalam meningkatkan peluang kesembuhan pasien.
“Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang pasien untuk pulih dan terhindar dari kecacatan permanen,” ujarnya.
Untuk mendukung layanan tersebut, rumah sakit membentuk Tim Code Stroke yang melibatkan dokter spesialis saraf, dokter IGD, perawat, radiologi, laboratorium hingga farmasi. Pasien yang datang dengan gejala stroke akan segera diperiksa dan menjalani CT Scan sebelum mendapatkan terapi sesuai indikasi medis.
Dokter Spesialis Neurologi RSUD KHZ Musthafa, dr. Bili Muchamad Ramdani, menjelaskan salah satu pasien yang ditangani datang pada dini hari dengan gejala kelemahan anggota gerak sebelah kanan disertai penurunan kesadaran.
“Kurang dari 30 menit seluruh pemeriksaan selesai dilakukan. Setelah obat trombolisis diberikan, perbaikannya sangat signifikan,” katanya.
Keberhasilan terapi tersebut dirasakan langsung oleh keluarga pasien. Nia, warga Leuwisari, mengaku ayahnya sempat tidak mampu berbicara dan hampir tidak merespons saat terkena stroke.
“Alhamdulillah, sekitar satu jam setelah ditangani di RSUD KHZ Musthafa, ayah saya sudah bisa berbicara dan mengobrol kembali,” ungkapnya.
Pengalaman serupa dialami Nyonya S (35), warga Ciawi, yang selamat dari serangan stroke setelah mendapatkan penanganan cepat.
“Saya kira tidak akan sadar lagi. Alhamdulillah setelah diberi obat oleh dokter, kondisi saya membaik,” tuturnya.
Sementara itu, Dokter Spesialis Saraf dr. Indra Gunawan menegaskan keberhasilan terapi stroke tidak hanya bergantung pada tenaga medis, tetapi juga kesigapan keluarga membawa pasien ke rumah sakit dalamc masa emas penanganan atau kurang dari 4,5 jam sejak gejala muncul.
Dengan hadirnya layanan trombolisis dan Code Stroke, masyarakat Tasikmalaya serta Priangan Timur kini memiliki akses penanganan stroke akut yang lebih cepat dan sesuai standar medis, sehingga risiko kecacatan maupun kematian dapat ditekan secara signifikan.
- Penulis: Yeyep Arip

Saat ini belum ada komentar