490 Atlet SD Ramaikan Invitasi Olahraga Tradisional Ciamis 2026
- account_circle Bang Sufi
- calendar_month 15 jam yang lalu
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

oplus_0
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
CIAMIS, LINTASMEDIA.ID
Sebanyak 490 atlet tingkat Sekolah Dasar (SD) dari berbagai wilayah di Kabupaten Ciamis mengikuti Invitasi Olahraga Tradisional Jenjang SD Tingkat Kabupaten Ciamis Tahun 2026 di Stadion Atletik Prabu Linggabuana, Sabtu (3/10/2026).
Kegiatan yang digelar dalam suasana penuh keakraban tersebut menjadi ruang bagi para siswa untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mengenal kembali berbagai permainan tradisional yang mulai tergerus perkembangan zaman. Lima nomor olahraga tradisional dipertandingkan, yakni Dagongan, Sumpitan, Egrang, Hadang, dan Bakiak.
Ketua IGORNAS Kabupaten Ciamis, Asep Rustandi, M.Pd., mengatakan keikutsertaan ratusan atlet tersebut tidak hanya berorientasi pada pertandingan, tetapi juga menjadi bagian dari proses penjaringan bibit atlet potensial. Para peserta yang memiliki kemampuan diharapkan dapat memperoleh pembinaan untuk dipersiapkan mewakili Kabupaten Ciamis pada tingkat Provinsi Jawa Barat.
“Dari 490 atlet yang mengikuti kegiatan ini, peserta terbagi dalam lima nomor olahraga tradisional, yaitu Dagongan, Sumpitan, Egrang, Hadang, dan Bakiak. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari penjaringan atlet yang memiliki potensi untuk nantinya mewakili Kabupaten Ciamis ke tingkat Provinsi Jawa Barat,” ujar Asep.
Menurutnya, olahraga tradisional memiliki tantangan tersendiri di tengah perkembangan teknologi digital. Anak-anak saat ini semakin akrab dengan perangkat teknologi dan permainan modern sehingga pengenalan olahraga tradisional perlu dilakukan sejak usia sekolah dasar.
“Di era digital seperti sekarang, generasi muda semakin dekat dengan teknologi. Karena itu, olahraga tradisional perlu terus dikenalkan agar mereka tidak hanya mengenal permainan modern, tetapi juga memahami dan mencintai warisan budaya yang dimiliki bangsa kita,” jelasnya.
Asep menegaskan, olahraga tradisional bukan sekadar aktivitas untuk mengisi waktu luang. Berbagai permainan tersebut mengandung nilai pendidikan yang dapat membentuk karakter anak, mulai dari sportivitas, kedisiplinan, kerja sama hingga semangat gotong royong.
“Intinya, kami ingin generasi muda tetap mengenal akar budayanya. Olahraga tradisional bukan sekadar permainan, tetapi di dalamnya terdapat nilai kebersamaan, kerja sama, sportivitas dan gotong royong yang sangat penting dalam kehidupan,” katanya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat melahirkan atlet-atlet muda potensial yang mampu berkembang melalui pembinaan berkelanjutan. Atlet yang menunjukkan kemampuan diharapkan dapat membawa nama Kabupaten Ciamis dalam berbagai ajang olahraga tradisional di tingkat Jawa Barat maupun tingkat yang lebih tinggi.
Pembinaan, menurut Asep, membutuhkan dukungan dan sinergi berbagai pihak, terutama satuan pendidikan, Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudpora), KONI, KORMI, IGORNAS serta pihak terkait lainnya.
Dengan pembinaan yang konsisten, olahraga tradisional diharapkan tidak berhenti sebagai permainan masa lalu. Di tangan generasi muda, olahraga tradisional dapat terus hidup sebagai bagian dari identitas budaya sekaligus menjadi ruang untuk mencetak prestasi olahraga Kabupaten Ciamis.
- Penulis: Bang Sufi

Saat ini belum ada komentar