Raja-Raja Nusantara Hadiri Pangistrenan Wawali Kerajaan Galuh di Ciamis
- account_circle Rahmat Gumilar
- calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
- visibility 55
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
CIAMIS, lintasmedia.id
Upacara Pangistrenan Wawali Kerajaan Galuh yang digelar di Keraton Selangga, Kabupaten Ciamis, menjadi momentum penting dalam pelestarian sejarah dan kebudayaan Galuh. Prosesi tersebut dihadiri sejumlah raja dan perwakilan kerajaan serta kesultanan dari berbagai daerah di Nusantara.
Dalam prosesi tersebut, Raden Rafik Radinal Mokhtar diistrenan sebagai Raja Galuh. Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri perwakilan sejumlah kerajaan dan kesultanan, di antaranya Kerajaan Ternate, Puri Blahbatuh Gianyar Bali, Kesultanan Cirebon, serta perwakilan kerajaan dari sejumlah wilayah di Pulau Sumatra dan Jawa.
Kehadiran para raja dan perwakilan kerajaan Nusantara turut memberikan warna tersendiri dalam prosesi budaya tersebut. Mereka hadir sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan antarkerajaan sekaligus mendukung pelestarian warisan sejarah Nusantara.
Selain para perwakilan kerajaan, acara tersebut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Ciamis, perangkat daerah, Ketua DPRD Kabupaten Ciamis H. Nanang Permana, tokoh masyarakat, serta sejumlah undangan lainnya.
Dewan Pimpinan Daerah Sekber Wartawan Indonesia (DPD SWI) Kabupaten Ciamis turut menghadiri kegiatan tersebut. Ketua DPD SWI Kabupaten Ciamis, Yeyep Arip, menilai kehadiran para raja Nusantara menjadi kebanggaan bagi masyarakat Ciamis.
“Ini merupakan kebanggaan tersendiri bahwa kerajaan-kerajaan Nusantara memberikan dukungan terhadap Kerajaan Galuh. Terbukti dalam acara ini, para raja Nusantara memberikan cendera mata kepada Raja Galuh yang terpilih,” ujar Yeyep.
Menurutnya, kehadiran para perwakilan kerajaan bukan sekadar bentuk dukungan terhadap prosesi Pangistrenan Wawali Kerajaan Galuh. Momentum tersebut juga dapat menjadi sarana mempererat silaturahmi sekaligus menggali kembali nilai-nilai sejarah dan kebudayaan Nusantara.
Yeyep berharap kegiatan tersebut dapat menjadi pintu masuk untuk semakin mengenalkan sejarah Kerajaan Galuh kepada generasi muda.
“Sejarah Galuh merupakan bagian dari kekayaan sejarah Nusantara. Kita berharap generasi muda dapat mengenal dan memahami sejarah daerahnya sehingga memiliki kebanggaan terhadap budaya sendiri,” katanya.
Sementara itu, Bupati Ciamis H. Herdiat Sunarya dalam pidatonya mengingatkan pentingnya masyarakat memahami sekaligus melestarikan sejarah, khususnya sejarah Kerajaan Galuh.
Menurut Herdiat, sejarah bukan sekadar cerita masa lalu, tetapi bagian dari identitas dan jati diri masyarakat yang perlu diwariskan kepada generasi penerus.
Ia berharap kegiatan yang berkaitan dengan sejarah dan kebudayaan Galuh dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat.
Pangistrenan Wawali Kerajaan Galuh di Keraton Selangga diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat pelestarian sejarah dan budaya Galuh. Kehadiran para raja dan perwakilan kerajaan Nusantara juga menjadi simbol pentingnya membangun hubungan dan silaturahmi dalam menjaga warisan budaya bangsa.
Bagi insan pers, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk mengangkat kembali sejarah dan kebudayaan lokal agar semakin dikenal masyarakat luas, khususnya generasi muda.
- Penulis: Rahmat Gumilar

Saat ini belum ada komentar