Nyiar Lumar 2026 Dibuka Bupati Herdiat, Bangkitkan Warisan Galuh
- account_circle Yeyep Arip/ Bang Sufi
- calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
- visibility 48
- comment 0 komentar
- print Cetak

oplus_0
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
CIAMIS, LINTASMEDIA.ID
Nyiar Lumar 2026 bukan sekadar pentas budaya. Perhelatan yang digelar di Kawali ini menjadi simbol perjalanan spiritual untuk menelusuri kembali jejak masa silam, mencari cahaya warisan leluhur Galuh yang seolah tertimbun perjalanan panjang sejarah.
Setelah sempat berada dalam “tidur panjang”, Nyiar Lumar kembali bangkit dan digelar pada 2026. Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, pada Sabtu, 5 September 2026.
Nyiar Lumar menghadirkan semangat kebangkitan budaya lokal. Tradisi ini tidak hanya menjadi ruang pertunjukan seni bagi masyarakat Kawali dan sekitarnya, tetapi juga menjadi ikhtiar bersama untuk menggali, merawat, serta memperkenalkan kembali nilai-nilai budaya Galuh kepada generasi masa kini.
Ketua Panitia Pelaksana Nyiar Lumar 2026, Ocay Rosyadi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan hajat bersama para budayawan Kawali dan masyarakat di sekitarnya.
Menurutnya, Nyiar Lumar lahir dari kegelisahan para pegiat budaya terhadap berbagai warisan Galuh yang perlahan mulai terlupakan oleh perkembangan zaman.

Ketua Panitia, Ocay Rosyadi
“Ini adalah hajat para budayawan dari Kawali dan sekitarnya. Tujuannya untuk mengenalkan kembali budaya Galuh yang telah hilang atau mulai terkikis oleh zaman,” ujar Ocay.
Ia menegaskan, Nyiar Lumar menjadi ruang perjumpaan antara masa lalu dan masa kini. Melalui berbagai ekspresi budaya, masyarakat diajak untuk tidak sekadar mengenang sejarah, melainkan memahami kembali akar identitas yang tumbuh dari tanah Galuh.
Kawali sendiri memiliki posisi penting dalam perjalanan sejarah Tatar Galuh. Wilayah ini menyimpan jejak panjang peradaban Sunda dan Galuh yang hingga kini masih menjadi sumber pengetahuan, nilai, serta inspirasi bagi masyarakat Ciamis.
Karena itu, kebangkitan Nyiar Lumar 2026 diharapkan menjadi momentum untuk menghidupkan kembali kesadaran masyarakat terhadap kekayaan budaya lokal.
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya yang membuka kegiatan tersebut turut menjadi bagian dari momentum kebangkitan budaya Galuh. Kehadiran pemerintah daerah dalam kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat upaya pelestarian budaya sebagai bagian penting dari pembangunan daerah.
Nyiar Lumar 2026 pun membawa pesan bahwa budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu. Budaya adalah cahaya yang harus terus dicari, dipahami, dan diwariskan.
Dari Kawali, Nyiar Lumar kembali menyala.
Seperti namanya, kegiatan ini menjadi perjalanan untuk “nyiar” atau mencari “lumar”, cahaya yang menjadi simbol pengetahuan, kebijaksanaan, dan warisan luhur leluhur Galuh.
Setelah ratusan tahun jejak masa silam tertutup perubahan zaman, Nyiar Lumar 2026 hadir untuk membangunkannya kembali dari tidur panjang.
Bukan untuk mengulang masa lalu, melainkan untuk mengambil cahaya dari masa silam sebagai penerang perjalanan masa depan
- Penulis: Yeyep Arip/ Bang Sufi

Saat ini belum ada komentar