Mipis Boreh Keraton Kanoman Cirebon, Tradisi Leluhur Sambut Maulid Nabi
- account_circle Admin Lintas Media
- calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
- visibility 38
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
CIREBON, lintasmedia.id
Suasana budaya kembali terasa di lingkungan Keraton Kanoman Cirebon. Salah satu tradisi leluhur, Mipis Boreh, digelar pada Minggu (16/8/2026) sebagai bagian dari rangkaian persiapan menyambut bulan Rabiul Awwal, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, hingga puncak tradisi Panjang Jimat.
Tradisi Mipis Boreh bukan sekadar aktivitas meracik bahan tradisional. Di balik proses sederhana tersebut tersimpan nilai budaya, kebersamaan, serta penghormatan terhadap warisan leluhur yang terus dijaga oleh keluarga besar Keraton Kanoman.
Mipis Boreh merupakan kegiatan meracik lulur tradisional yang dibuat dari berbagai rempah-rempah dan bahan kayu wangi. Proses pembuatannya dilakukan secara manual oleh kaum perempuan atau ibu-ibu Wargi Dalem Keraton Kanoman.
Cara meracik boreh tersebut masih menggunakan metode yang diwariskan secara turun-temurun. Setiap bahan dipersiapkan dan diolah melalui tahapan tertentu sehingga tradisi tidak hanya mempertahankan produk warisan leluhur, tetapi juga menjaga pengetahuan budaya yang telah hidup di lingkungan keraton selama bertahun-tahun.
Penanggung Jawab Tradisi Mipis Boreh Keraton Kanoman Cirebon, Gusti Ratu Mawar Kartina, SH, MH, mengatakan kegiatan tersebut memiliki makna yang lebih luas dibandingkan sekadar membuat kosmetik atau lulur tradisional.
“Mipis Boreh bukan hanya kegiatan meracik bahan-bahan herbal. Di dalamnya terdapat nilai budaya, kebersamaan, dan penghormatan terhadap warisan leluhur Keraton Kanoman yang sampai sekarang masih kami pertahankan,” ujar Ratu Mawar.
Menurutnya, keberadaan Mipis Boreh tidak dapat dilepaskan dari rangkaian tradisi Keraton Kanoman dalam menyambut bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Boreh yang telah selesai dibuat selanjutnya menjadi bagian dari persiapan menuju berbagai ritual Maulid Nabi dan tradisi Panjang Jimat.
“Setiap tahapan tradisi di Keraton Kanoman memiliki makna. Mipis Boreh dilaksanakan menjelang Rabiul Awwal dan menjadi salah satu persiapan menuju rangkaian Maulid Nabi serta Panjang Jimat,” katanya.
Bagi masyarakat Cirebon, rangkaian tradisi di keraton bukan hanya menyuguhkan ritual budaya, tetapi juga menjadi ruang untuk melihat bagaimana warisan leluhur tetap dipertahankan di tengah perubahan zaman.
Keterlibatan Wargi Dalem, khususnya kaum perempuan, turut memperlihatkan bahwa pelestarian budaya tidak selalu dilakukan melalui seremoni besar. Proses meracik rempah, bekerja bersama, dan meneruskan cara pembuatan kepada generasi berikutnya juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan tradisi.
Mipis Boreh akhirnya menjadi salah satu penanda bahwa tradisi leluhur Keraton Kanoman Cirebon masih memiliki tempat dalam kehidupan masyarakat. Dari rempah yang diracik secara manual hingga rangkaian ritual menyambut Maulid Nabi, setiap tahapan menyimpan pesan tentang pentingnya menjaga budaya dan menghormati peninggalan para pendahulu.
Dengan demikian, Mipis Boreh tidak hanya berbicara tentang lulur tradisional. Tradisi tersebut menjadi gambaran tentang kebersamaan, kesinambungan budaya, dan upaya Keraton Kanoman Cirebon mempertahankan identitas leluhur agar tetap dikenal oleh generasi mendatang.
- Penulis: Admin Lintas Media

Saat ini belum ada komentar