Wamenkes Ingatkan Kontak Serumah Pasien TB Wajib Diperiksa
- account_circle Bang Sufi
- calendar_month Senin, 21 Sep 2026
- visibility 44
- comment 0 komentar
- print Cetak

oplus_0
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
CIAMIS, LINTASMEDIA.ID
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR, mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan pemeriksaan terhadap orang yang memiliki kontak erat dengan pasien tuberkulosis (TB).
Menurut Benjamin, anggota keluarga yang tinggal serumah dengan pasien TB perlu menjalani pemeriksaan untuk memastikan apakah telah tertular atau belum. Langkah tersebut dinilai penting untuk mempercepat penemuan kasus sekaligus mencegah penularan lebih luas.
“Kontak erat orang serumah diperiksa. Kalau tidak sakit, diberikan obat pencegahan. Yang sakit diobati,” kata Benjamin saat kegiatan Monitoring dan Tracking Tuberculosis di Aula Sekretaris Daerah (Sekda), Senin (21/9/2026).
Benjamin menegaskan pemeriksaan kontak erat harus dilakukan secara konsisten. Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan seseorang belum mengalami TB, yang bersangkutan dapat diberikan obat pencegahan sesuai ketentuan. Sementara itu, mereka yang terdiagnosis TB harus segera mendapatkan pengobatan.
Ia menjelaskan, TB merupakan penyakit menular sehingga penemuan kasus secara dini menjadi bagian penting dalam memutus mata rantai penularan. Karena itu, masyarakat diharapkan tidak mengabaikan pemeriksaan apabila memiliki kontak erat dengan pasien TB.
Upaya penanggulangan TB, lanjut Benjamin, tidak cukup hanya mengandalkan Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan, dan Puskesmas. Pemerintah daerah hingga masyarakat memiliki peran dalam mendukung penemuan kasus, pemeriksaan kontak erat, pencegahan penularan, serta pengobatan pasien.
Selain TB, Benjamin menyoroti pentingnya program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk mendeteksi berbagai penyakit sejak dini.
Menurutnya, CKG tidak hanya bertujuan menemukan kasus TB, tetapi juga dapat mendeteksi penyakit seperti hipertensi dan diabetes yang berpotensi menimbulkan komplikasi serius jika terlambat diketahui.
“Tujuan CKG supaya umur harapan hidup orang Indonesia sama panjang,” ujarnya.
Benjamin berharap kolaborasi pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat terus diperkuat. Dengan pemeriksaan dan penemuan kasus yang lebih cepat, penanganan pasien dapat segera dilakukan dan risiko penularan TB di masyarakat diharapkan dapat ditekan.
(DN)
- Penulis: Bang Sufi

Saat ini belum ada komentar