Srikandi Jalatrang Elsa Nuari Hardiana, Perempuan Multitalenta Penggerak Desa
- account_circle Bang Sufi
- calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
- visibility 75
- comment 0 komentar
- print Cetak

oplus_0
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
CIAMIS, LINTASMEDIA.ID
Ada perempuan yang memilih bekerja dalam diam, tetapi jejaknya terasa di banyak tempat. Ada pula yang bergerak dari satu bidang ke bidang lain, membawa semangat yang sama: memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sosok itu salah satunya adalah Elsa Nuari Hardiana, A.Md.AK., perempuan asal Desa Jalatrang, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis. Istri Kepala Desa Jalatrang, Dady Haryadi (Asdad), ini dikenal sebagai sosok multitalenta yang aktif mengembangkan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Perjalanan Elsa dalam mengukir prestasi tidak lahir secara tiba-tiba. Semuanya bermula dari keterlibatannya dalam Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK).
Dari lingkungan PKK, Elsa belajar bahwa pemberdayaan masyarakat tidak selalu harus dimulai dengan sesuatu yang besar. Justru, perubahan dapat tumbuh dari keluarga, lingkungan sekitar, dan kepedulian terhadap persoalan yang ada di tengah masyarakat.
Aktivitas tersebut kemudian membawanya memasuki ruang yang lebih luas, yakni pengembangan desa wisata. Elsa melihat potensi Desa Jalatrang bukan hanya dari sisi alam, tetapi juga dari kreativitas masyarakat dan kekuatan budaya lokal.
Ia ikut mendorong berbagai potensi desa agar tidak berhenti sebagai kekayaan yang hanya dikenal oleh masyarakat setempat. Potensi tersebut perlu dikemas, diperkenalkan, dan dikembangkan sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus memperkuat identitas desa.
Perjalanan Elsa kemudian memasuki dunia yang berbeda, tetapi memiliki benang merah yang sama: literasi.
Bagi Elsa, literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis. Literasi merupakan pintu untuk membuka wawasan, membangun kepercayaan diri, sekaligus membentuk masyarakat yang mampu melihat peluang di sekelilingnya.
Dari PKK, desa wisata, hingga literasi, perjalanan tersebut menunjukkan karakter Elsa sebagai perempuan yang tidak ingin berhenti pada satu bidang.
Setiap pengalaman menjadi bekal untuk melangkah ke ruang berikutnya.
Di balik aktivitasnya sebagai istri Kepala Desa Jalatrang, Elsa membangun perannya sendiri. Ia tidak sekadar mendampingi tugas suaminya, tetapi berusaha menghadirkan kontribusi melalui bidang yang sesuai dengan kemampuan dan minatnya.
Multitalenta bagi Elsa bukan sekadar label. Ia adalah proses untuk terus belajar, beradaptasi, dan berani mencoba sesuatu yang baru.
Dukungan keluarga menjadi bagian penting dalam perjalanan tersebut. Sebagai istri Dady Haryadi atau yang akrab disapa Asdad, Elsa tetap berusaha membagi waktu antara keluarga dan aktivitas sosialnya.
Kini, nama Elsa Nuari Hardiana menjadi bagian dari cerita tentang perempuan desa yang terus bergerak. Dari kegiatan pemberdayaan keluarga, pengembangan desa wisata, hingga gerakan literasi, semuanya bermuara pada satu semangat: membangun desa dengan kemampuan yang dimiliki.
Desa Jalatrang tidak hanya membutuhkan pembangunan fisik. Desa juga membutuhkan manusia-manusia yang mau bergerak, berkreasi, dan membuka ruang bagi masyarakat untuk berkembang.
Dan Elsa memilih berada di antara mereka yang bergerak itu.
Srikandi Jalatrang, bagi Elsa, bukan tentang siapa yang paling banyak mendapatkan penghargaan. Lebih dari itu, tentang bagaimana setiap kemampuan yang dimiliki dapat menjadi jalan untuk memberi manfaat bagi orang lain.
- Penulis: Bang Sufi

Saat ini belum ada komentar