Diky Intensif Perjuangkan Nasib Sukwan Kebersihan, Garda Senyap Penjaga Wajah Kota Tasikmalaya
- account_circle Renaldy Putra
- calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
- visibility 66
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TASIKMALAYA, lintasmedia.id.
Dibalik wajah bersih dan tertatanya sudut-sudut Kota Tasikmalaya setiap pagi, ada kerja senyap para sukwan kebersihan yang selama ini menjadi garda terdepan menjaga kenyamanan kota. Namun, di balik tugas penting itu, nasib mereka kerap luput dari perhatian. Kini, secercah harapan muncul setelah Pelaksana Harian (Plh) yang menangani persoalan tersebut, Rd Diky Candranegara, menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan kesejahteraan para petugas kebersihan sukwan.
Menurut Diky, langkah konkret telah disiapkan melalui rekomendasi khusus yang diajukan kepada pimpinan Pemerintah Kota Tasikmalaya. Ia menilai, keberadaan sukwan kebersihan bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian vital dari pelayanan dasar kepada masyarakat.
Keseriusan itu ditunjukkan Diky dengan menghadiri rapat pembahasan usulan tersebut, meski di tengah agenda padat menuju Bandung. Baginya, kehadiran singkat itu penting untuk memastikan aspirasi para petugas kebersihan masuk dalam prioritas pembahasan.
“Saya sempatkan hadir walaupun hanya beberapa menit, agar usulan ini diprioritaskan untuk diajukan kepada pimpinan. Di tengah kondisi keuangan daerah yang memang sedang menantang, mudah-mudahan tetap bisa direalisasikan,” ujar Diky.
Ia optimistis Wali Kota Tasikmalaya akan memberikan dukungan penuh terhadap usulan tersebut. Menurutnya, kebijakan yang berpihak pada petugas kebersihan bukan hanya menyangkut kesejahteraan pekerja, tetapi juga berdampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat.
Diky menjelaskan, skema dukungan bagi sukwan kebersihan telah dirancang dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran daerah. Pemerintah, kata dia, tetap berhitung agar kebijakan itu tidak membebani APBD secara berlebihan.
“Kalau ada pembebanan anggaran tetapi manfaatnya nyata untuk kemajuan, kemaslahatan, dan kenyamanan Kota Tasikmalaya, tentu itu layak diperjuangkan,” tegasnya.
Ia mengingatkan, tanpa kehadiran sukwan kebersihan, persoalan sampah dapat menjadi ancaman serius bagi wajah kota. Tumpukan sampah bukan hanya merusak estetika, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan masyarakat.
Karena itu, Diky menilai momentum penyusunan anggaran 2026–2027 harus menjadi titik evaluasi bersama. Setiap program, menurutnya, harus benar-benar diarahkan pada kebutuhan mendesak dan manfaat nyata bagi warga.
“Sudah saatnya semua pihak lebih selektif. Program yang tidak memiliki dampak langsung harus dikurangi. Kita harus fokus pada kebutuhan utama,” katanya.
Kini, keputusan akhir berada di tangan Wali Kota Tasikmalaya. Meski demikian, Diky mengaku optimistis perjuangan untuk para sukwan kebersihan akan menemukan jalan terbaik.
Di tengah dinamika anggaran daerah, perjuangan ini menjadi penanda bahwa perhatian pada mereka yang bekerja di balik layar tetap penting karena kota yang bersih lahir dari tangan-tangan yang sering kali tak terlihat, tetapi jasanya dirasakan semua orang.
- Penulis: Renaldy Putra
- Sumber: Yeyep Arip

Saat ini belum ada komentar